Selasa, 18 Januari 2011

Smart Teaching : 5 Metode Efektif Lejitkan Prestasi Anak Didik

oleh Kelompok 3 :
Bahhiyatul Fikroh
Gita Rosi Wulandari
Siti Nurjanah

Judul buku                 : Smart Teaching
                                      5 Metode Efektif Lejitkan Prestasi Anak Didik
Pengarang                  : Agung Webe
Tempat terbit             : Yogyakarta
Penerbit                      : Jogja Bangkit Publisher
Cetakan/edisi             : cetakan I
Halaman                     : 129 halaman

Pendahuluan
            Kemampuan berkomunikasi dan berinteraksi secara efektif harus dimiliki oleh seorang pendidik. Dengan begitu, transfer of knowledge ke anak didik akan lebih mudah dilakukan.
            Baru-baru ini begitu banyak metode dan strategi belajar yang berkembang seiring dengan kemajuan zaman. Metode belajar efektif yang terbaru yaitu Recollection Smart Teaching atau RST yang dicetuskan oleh Agung Webe, seorang trainer seminar dan pemerhati pendidikan di Indonesia. Beliau mengembangkan metode RST ini dengan menata kembali program pikiran untuk memunculkan potensi manusia.
           
Isi Laporan
            Hipnotisme adalah sebuah cabang ilmu yang mempelajari seni berkomunikasi dengan alam bawah sadar. Karena cabang ilmu hipnotisme inilah yang mendasari lahirnya metode ( Recollection Smart Teaching) RST. Smart Teaching sebenarnya adalah modifikasi dari hypnoteaching.
            Para guru dan pengajar harus menjadi sosok yang menarik, dikagumi, penuh kharisma, dan kehadirannya selalu ditunggu. Maka dari semua pemikiran itu lahirlah ( Recollection Smart Teaching) RST. Recollection itu sendiri merupakan program dasar dalam penataab pikiran. Dengan RST kita tidak hanya melakukan transfer of knowledge, namun kita melakukan transformasi.
            Metode sederhana RST secara khusus dibagi menjadi 7 bagian: 
Bagian pertama adalah            : MANUAL TUBUH
ü  Bagian kedua adalah            : BASIC RST
ü  Bagian ketiga adalah            : MAGICAL OPENING
ü  Bagian keempat adalah        : EMOTIONAL SHYNCRONIZING
ü  Bagian kelima adalah           : TELLING
ü  Bagian keenam adalah         : KHARISMA
ü  Bagian ketujuh adalah          : EMOTIONAL PERSUASION TREATMENT
Metode atau bagian pertama dan kedua sebagai awalan untuk mempersiapkan segala sesuatunya seperti memperhatikan jam atau waktu saat kita mengajar, dengan begitu kita bisa mempersiapkan bagaimana cara mengajar yang efektif. Sedangkan metode atau bagian ketiga, keempat, kelima, keenam, dan ketujuh merupakan langkah-langkah dari RST itu sendiri.
Pada bagian Manual Tubuh dibahas 3 bagian, yaitu: DNA, otak, dan kesadaran. Di bagian pembahasan DNA, kita bisa memahami satu hal penting bahwa apa yang kita pikirkan akan mempengaruhi cara kerja gen pada tubuh kita. Pada pembahasan bagian otak, terdapat pernyataan dari Ber Bahrani : “Guru yang biasa adalah menceritakan, guru yang baik adalah menjelaskan, guru yang terbaik adalah mendemostrasikan, dan guru yang besar adalah menginspirasi. “Jik kita mampu keluar dari rutinitas lebah, itu akan menjadi isnpirasi bagi murid. Kemudian di pembahasan kesadaran, terbagi menjadi 2, yaitu sadar dan bawah sadar. 12 % tindakan kita dipengaruhi oleh sadar kita, sedangkan 88% tindakan kita dipengaruhi oleh bawah sadar kita.
Kondisi pikiran manusia terbagi menjadi 4 bagian yang dapat dimanfaatkan:
1.      Kondisi pikiran Beta
Pada kondisi ini, gelombang pikiran mencapai 15-30 Hz. Ini adalah pikiran jaga dan sadar. Kegiatan sadar kita menempati kondisi gelombang pikiran ini.
2.      Kondisi pikiran Alpha
Pada kondisi ini, gelombang pikiran mencapai 9-14 Hz. Ini adalah pikiran rileks, tenang, dan santai.
3.      Kondisi pikiran Theta
Pada kondisi ini, gelombang pikiran mencapai 4-8 Hz. Ini adalah pikiran tenang yang dalam, kodisi meditasi yang mendalam.
4.      Kondisi pikiran Delta
Pada kondisi ini, gelombang pikiran mencapai 1-3 Hz. Ini adalah pikiran tenang terdalam, tidur tanpa mimpi.
Karena 88% tindakan dipengaruhi oleh bawah sadar manusia dan supaya dapat memasukkan program ke dalam bawah sadar yaitu dengan mengajak kondisi pikiran dari Beta ke Alpha.
Pada bagian BASIC RST dijelaskan dasar dari RST ada 2, yaitu time base dan performance. Di dalam time base dijelaskan bahwa dalam 24 jam waktu yang kita miliki, dapat dibagi-bagi menjadi 6 bagian, yaitu:
1.      Jam 06.00 am – 09.00 am
Kurun waktu ini dinamakan GREEN STAGE.
Pada kurun waktu ini otak masih rileks dan masih segar untuk menerima segala macam informasi yang masuk.
2.      Jam 09.00 am – 12.00 pm
Kurun waktu ini dinamakan YELLOW STAGE.
Pada kurun waktu ini otak di ambang muali jenuh untuk menerima segala macam informasi yang masuk.
3.      Jam 12.00 pm – 15.00 pm
Kurun waktu ini dinamakan RED STAGE.
Pada kurun waktu ini otak dalam keadaan jenuh untuk menerima segala macam informasi yang masuk.
4.      Jam 15.00 pm – 18.00 pm
Kurun waktu ini dinamakan WHITE STAGE.
Pada kurun waktu ini otak dalam keadaan netral. Otak sedang mempersiapkan diri untuk rileks pada fase selanjutnya.
5.      Jam 18.00 pm – 24.00 am
Kurun waktu ini dinamakan BLACK STAGE.
Pada kurun waktu ini otak dalam keadaan rileks yang bisa berubah. Maksudnya adalah bisa mejadi Green, Yellow, Red, ataupun White.
6.      Jam 24.00 am – 06.00 am
Kurun waktu ini dinamakan GREY STAGE.
Pada kurun waktu ini otak dalam keadaan rileks yang dalam karena harus beristirahat setelah beraktifitas pada stage sebelumnya.
            Di bagian performance terdapat 4 gaya. Gaya tersebut adalah sebagai berikut:
1.      WATER Style
Penampilan ini adalah penampilan yang dingin, serius dan memperlihatkan kematangan. Banyak menggunakan tatapan mata dalam berkomunikasi untuk menajamkan perhatian pada satu per satu audiens.
2.      FIRE Style
Penampilan ini ditandai dengan penampilan yang penuh semangat dan berapi-api. Banyak teriakan yang harus dikeluarkan dan gerakan-gerakan tegas yang menyimbolkan bahwa kita penuh energy.
3.      EARTH Style
Penampilan ini lebih banyak memunculkan cerita, kelucuan dan banyak menggunakan metafora dalam pembicaraan. Banyak menggunakan permainan dan mengadakan diskusi untuk memahami sesuatu.
4.      SKY Style
Penampilan ini banyak mengajak untuk refleksi. Bicara tentang spiritualitas dan kebijaksanaan.
            Setelah mengetahui bagian waktu dan macam-macam gaya, di buku ini juga menjelaskan dan menggabungkan atau memadukan waktu dan gaya-gaya tersebut dengan tepat.
            Pembahasan selanjutnya menjelaskan tentang langkah-langkah dalam RST. Langkah pertama : Magical Opening. Di sini ada 3 hal yang harus diperhatikan:
1.      Mempersiapkan otak bawah sadar untuk menerima pesan
2.      Membuka mental block
3.      Membentuk persepsi.
Pembahasan selanjutnya menjelaskan langkah-langkah untuk membuat magical opening:
1.      Alpha state
2.      Positive words
3.      Reframing (membingkai kembali)
4.      Shocking
Kemudian langkah kedua : Emotional Shyncronizing. Tujuan dari langkah kedua ini adalah membentuk suatu hubungan emosi yang kuat antara kita sebagai pengajar dan audiens yang belajar kepada kita. Salah satu langkah efektif untuk penyelarasan emosi ini adalah dengan menumbuhkan positive emotion. Langkah membuat positive emotion:
1.      Kenali desire kita, keinginan terdalam kita
2.      Buat visualisasi, gambaran mental tentang desire
3.      Sambil membuat gambaran mental tersebut, munculkan dengan buat rasa bahagia, rasa gembra, rasa damai, dan keceriaan kita
Lalu pembahasan selanjutnya adalah tentang langkah ketiga: Telling ( menyampaikan pesan inti). Pada saat menyampaikan pesan inti, ada 3 hal yang harus kita perhatikan:

Langkah keempat adalah kharisma. Kharisma adalah sebuah rahasia yang dimiliki oleh para ‘sekte’ besar d mana mereka mempunyai pengikut fanatik yang bersedia berkorban apa saja untuk sang pemimpin.
Selanjutnya adalah langkah kelima: Emotional Persuasion Treatment. Langkah ini adalah perwujudan dari sebuah tanggung jawab. Dalam Emotional Persuasion Treatment ini ada 2 langkah yang harus dilakukan, yaitu:
1.      Single Binding Pattern
2.      Triangle Code
Single Binding Pattern ini untuk mengarahkan sebuah perintah tanpa penolakan, atau yang diberi perintah tidak sempat bertanya karena tergoda dengan akibat yang ditimbulkan oleh kalimatnya. Yang harus diperhatikan:
-       Pola yang dipunyai adalah kalimatnya akan dirangkai dengan kata hubung “semakin – semakin”
-       Kalimatnya mengandung SUGESTI
-       Mempunyai efek SEBAB dan AKIBAT
Contoh : “Semakin Anda menciptakan suasana tenang di kelas, semakin Anda akan pulang lebih cepat.”
Kalimat 1 sugestif : “ semakin Anda menciptakan suasana tenang di kelas”
Kalimat 2 keuntungan : “semakin Anda akan pulang lebih cepat”
Triangle Code adalah kode segitiga untuk pernafasan. Dalam tubuh kita ada hubungan yang secara alami terjadi antara nafas dan detak jantung serta denyut otak. Dalam satu kali tarik nafas = jantung berdetak tiga kali = otak berdenyut sembilan kali.
Pada bagian ini intinya adalah bahwa kita harus mengatur nafas. Apabila nafas kita stabil, maka hasilnya tentu saja sangat luar biasa untuk Emotional Persuasion Treatment.

Kesimpulan
Buku ini diperuntukkan bagi guru atau pengajar, serta bagi siapa saja yang menaruh perhatian terhadap perkembangan dunia pendidikan. Buku ini disusun seperti buku panduan untuk para pengajar maupun guru semua bidang studi dengan bahasa yang komunikatif sehingga mudah dimengerti. Selain itu banyak pula istilah-istilah asing sebagai pelengkap penyajian buku.
Buku Smart Teaching ini sangat bermanfaat bagi semua golongan masyarakat, terutama pengajar atau guru. Guru dapat menggunakan cara-cara smart yang dipaparkan secara gamblang oleh penulis untuk menjadi guru favorit dan selalu dinantikan siswa.
Buku dikemas dengan bahasa yang ringan dan mudah dipahami pembaca. Di beberapa subbab terdapat tulisan yang dikemas dalam bentuk cerita dengan gaya bahasa metafora sehingga mempermudah pembaca untuk memahami, mengingat, dan menyerap maksud tulisan dalam alam bawah sadar mereka.
Penulis membagi tiap langkah dengan menggunakan istilah bahasa asing. Tujuannya adalah agar otak pembaca melihat hal yang kontras di setiap halaman buku, sehingga mempermudah pembaca mudah mengingat isi buku. Selain kelebihan tersebut,  terdapat kelebihan lain yang sangat membantu pembaca. Diantaranya adalah ada beberapa penjelasan yang ditulis seperti halnya rumus matematika. Sehingga turut membuat pembaca mudah mengingatnya. Misal pada halaman 92, yaitu mengenai pola dasar dari positive emotion.
Buku disusun perbab namun ada bab yang hanya sedikit sekali uraiannya yaitu pada bab I. Bisa dibilang bab I ini adalah bab perkenalan. Kemudian pada bab berikutnya dijabarkan mengenai metode RST dan langkah-langkahnya. Namun sayang, penjabarannya kurang mendalam sehingga buku ini terkesan hanya “panduan” saja bagi pengajar, mengingat jumlah halamannya yang hanya 129 halaman saja.
Terlepas dari itu semua, buku Smart Teaching ini tak hanya menjawab bagaimana caranya. Lebih dalam lagi, buku ini membuka rahasia menjadi pengajar berkharisma melalui metode “penyampaian” pesan yang menyenangkan. Megical opening, emotional synchronizing, telling, kharisma dan emotional persuasion treatment merupakan lima langkah sederhana yang selama ini terabaikan. Smart teaching mengelola kelimanya demi mengembalikan spirit yang hilang dari para pendidik masa kini sekaligus merevolusi cara mengajar. Kisah-kisah inspiratif di dalamnya menjadi suplemen yang akan memudahkan Anda memahami isi buku ini.























1 komentar:

muhammad syakir mengatakan...

Dimna di jual buku tersebut??