Kamis, 20 Januari 2011

Membangun Masyarakat Pembelajar (Learning Society) Melalui Produktif Menulis di Dunia Maya (Weblog)


oleh: Yuni Chaerunnufus

Pendahuluan
Belajar, bukan hanya sekedar sekolah, atau membaca buku, tapi bisa mengambil pelajaran , mau belajar , mau merenungkan dari berbagai hal yg telah terjadi. dan itu semua dijadikan dasar untuk berbuat, melakukan tindakan antisipasi. Alam terkembang jadi guru, kita perlu belajar dari alam, belajar dari sejarah, belajar dari kehidupan sehari-hari , kita perlu membangun masyarakat pembelajar yg bisa dimulai dengan menjadi manusia pembelajar menurut istilahnya Andreas Harefa.
Salah satu tanda sederhana, kebanyakan masyarakat kita bukan pembelajar yang baik, coba tengok rumah-rumah kita, pasti sebagian besar memiliki TV yang berada di ruang utama dan jadi penghabis waktu hidupnya, jarang sekali kita temui rumah-rumah yg memiliki lemari buku, atau semacam perpustakaan kecil, yg mana anggota keluarganya terbiasa membaca buku. Ini sebuah pertanda sederhana, bahwa orang-orang di rumah tersebut bukanlah manusia yg suka belajar, membaca buku, dll. Maksudnya belajar dalam arti luas, tak hanya di sekolah. Istilahnya dalam sosiologi adalah masyarakat literasi , kebalikan nya adalah masyarakat non literasi , atau masyarakat yg terbiasa dengan budaya oral ( ngobrol , gossip dll. ) dan menghabiskan waktu dalam hal-hal yg sia-sia seperti hiburan dll. Dalam istilah sosiologi ada pembagian masyarakat literasi dan non literasi, dalam kaitan dengan kebiasaan membaca.
Masyarakat yg tak terbiasa membaca, cenderung berpikir pendek, bertindak spontan dan reaktif. Karena itulah berbagai kejadian alam yang terjadi, atau kejadian-kejadian lainnya, akan disikapi secara spontan dan reaktif saja, tanpa usaha perbaikan yg menyeluruh agar kejadian tersebut tak terulang lagi.
Membaca buku, adalah sebuah aktivitas timbal balik , pembaca perlu proses untuk memahami makna dari apa yang dibacanya, ia bisa mengapresiasi atau malah menginterograsi isi buku tersebut, hal ini akan menumbuhkan kebiasaan berpikir kreatif, sehingga dapat mengembangkan keterampilan yang lainnya seperti keterampilan menulis. Kemampuan menulis seorang akan semakin baik apabila ditunjang dari wawasan yang dimiliki orang itu.
Dewasa ini, tantangan terbesar bagi orang yang hidup di jaman ini adalah kemauan untuk selalu belajar dan meningkatan kualitas diri.  Dengan adanya internet, peran buku menjadi sejajar dengan lautan informasi yang ada di internet. Walaupun memang tidak semua yang ada di internet itu benar dan bisa dipercaya namun hal ini telah memberikan keahlian serta tantangan bagi masyarakat untuk menjadi kritis terhadap informasi yang didapatkan.
Sekolah yg berhasil ialah tempat yang bisa mentransformasi muridnya menjadi pembaca yg baik, bisa mengapresiasi isi buku dan bisa menerjemahkan kemampuan membaca tersebut ( apresiasi, analisa, refleksi dll ) , menjadi keahlian “membaca” pula terhadap kehidupan sehari hari, perjalanan hidup, sejarah dan berbagai kejadian lainnya. Parahnya lagi pada kondisi saat ini, masyarakat terperangkap dengan teknologi postliterasi seperti TV, HP, internet dll. sehingga berbagai perangkat teknologi tersebut digunakan secara tidak efektif dalam peningkatan kualitas perangkatan teknologi itu sendiri.

Masyarakat pembelajar pada awalnya dibentuk dari masyarakat informasi. Masyarakat informasi itu sendiri dapat dilihat melalui beberapa perspektif atau sudut pandang (Yuliar, 2001). Perspektif itu adalah (1) teknologis, (2) ekonomis, serta (3) kultural. Pada perspektif teknologis lebih ditekankan aspek perkembangan teknologi untuk pengumpulan, pemrosesan, penyimpanan, dan penyampaian informasi.
Perkembangan teknologi informasi demikian pesat telah masuk ke berbagai sisi kehidupan, mulai dari yang serius seperti pertahanan negara sampai ke dunia hiburan. Perspektif ekonomis memiliki makna sejauh mana dampak ekonomis yang dihasilkan oleh informasi. Setidaknya sekarang dikenal istilah ekonomi informasi (information economy) di mana informasi memiliki nilai ekonomi yang sangat tinggi. Bahkan pengetahuan yang dibentuk oleh informasi tersebut dianggap sebagai suatu asset yang nilainya bisa juah lebih tinggi. Perspektif kultural paling mudah untuk diamati. Penyebaran budaya dengan cepat dapat terjadi melalui penyebaran informasi. Suatu perkembangan budaya baru di suatu belahan dunia dapat dengan cepat diikuti di belahan dunia lain dengan kecepatan penyebaran informasi.
Berdasarkan ketiga perspektif di atas dapat disimpulkan bahwa masyarakat informasi didefinisikan sebagai suatu masyarakat yang mampu mengumpulkan, memproses, menyimpan, dan menyebarkan informasi dengan cepat dan jangkauan yang luas, menempatkan informasi dan pengetahuan sebagai aset yang paling berharga, serta memanfaatkan informasi untuk berbagai keperluan hidupnya. Berdasarkan definisi di atas, maka masyarakat pembelajar didefinisikan sebagai suatu masyarakat informasi yang sanggup mengutilisasi semua informasi yang dimilikinya untuk melakukan berbagai inovasi untuk menciptakan suatu keunggulan.

Pengertian Keterampilan Menulis
Keterampilan Menulis adalah kemampuan yang dimiliki seseorang dalam bidang tulis menulis sehingga tenaga potensial dalam menulis. Keterampilan menulis untuk saat sekarang telah menjadi rebutan dan setiap orang berusaha untuk dapat berperan dalam dunia menulis. Banyak orang yang berusaha meningkatkan keterampilan menulisnya dengan harapan dapat menjadi penulis handal.
Seperti diketahui, menulis itu adalah  sebuah keterampilan sehingga dapat dilatih sedemikian rupa meningkatkan kemampuan tersebut. Dalam dunia kepenulisan, pengertian keterampilan menulis seringkali menjadi sesuatu yang biasa sehingga banyak yang tidak memahami pengertian yang sesungguhnya. Hal ini dapat dibuktikan dari kenyataan banyak yang menganggap bahwa menulis itu ditentukan karena bakat.
Padahal sebenarnya pengertian keterampilan menulis itu adalah keterampilan itu sendiri. Artinya, seseorang mempunyai kemampuan menulis karena dia terampil. Sementara untuk dapat terampil dalam menulis, maka dia harus melakukannya secara langsung atau melatih dirinya sehingga terampil.
Dengan demikian, maka Anda dapat mengatakan bahwa pengertian keterampilan menulis adalah kemampuan yang didapat dan dimiliki oleh seseorang setelah melalui proses pelatihan secara intens, khusus dalam bidang menulis. Dengan mengikuti pelatihan atau berlatih secara intens, maka seseorang dapat terampil menulis.
Bahwa menulis itu sebuah keterampilan dan itu berarti, semua orang mempunyai kesempatan untuk dapat memiliki keterampilan tersebut. Dan, untuk mengkondisikan hal tersebut, maka salah satu cara yang dapat dilakukan adalah dengan melatih diri. Setiap orang dapat mengikuti secara langsung pengertian keterampilan menulis  dan selanjutnya menerapkan dalam kegiatan nyata.
Menulis itu sebuah keterampilan, maka berlatihlah untuk dapat memiliki keterampilan tersebut. Dalam pengertian keterampilan menulis, berlatih memang merupakan kunci utama agar Anda dapat menulis. Dengan berlatih secara intens, maka sedikit demi sedikit keterampilan yang diharapkan dapat Anda miliki secara utuh dan dapat menjadi bagian integral diri.
Dengan demikian, maka pengertian keterampilan menulis setidaknya adalah melakukan secara langsung kemampuan menulis dalam kegiatan menulis dan mengujinya secara langsung pada  media massa. Mereka tidak takut gagal sebab mereka yakin telah berlatih secara intens dan pasti berhasil.

Blog Sebagai Media Menulis yang Kreatif, Ekspresif, Inspiratif, Motivatif, dan Intelektual
Sejak dulu kita mengenal Koran dan majalah sebagai sebuah Media Informasi cetak yang amat berpengaruh bagi perkembangan informasi. Tidak dapat dipungkiri memang media cetaklah yang membawa kemajuan berfikir serta pembentuk opini publik yang amat besar pengaruhnya.Lalu kemudian Internet muncul sebagai sebuah “trend” di era informasi yang amat cepat sebagai efek dari globalisasi yang sekarang tengah kita rasakan. Internet muncul, media informasi baru pun muncul yang sekarang memang tercepat diantara media-media konvensional yang lainnya. Salah satunya adalah blog.
Blog adalah kependekkan dari istilah weblog. Web artinya Internet, dan log artinya adalah catatan. Secara harfiah, blog bisa didefinisikan sebagai catatan harian yang ditulis dan dipublikasikan di internet. Sedangkan Blogger.com (www.blogger.com) menyebut blog sebagai “daily pulpit”, “a collaborative space” atau “breaking news outlet”. Secara sederhana blog juga bisa disamakan dengan istilah website pribadi (Wahyono,2005).
Salah satu sifat yang menonjol dari blog adalah update content yang selalu diperbaharui setiap saat oleh pengelolanya dengan topik-topik tertentu sesuai dengan keinginan. Hal inilah yang menjadi dasar John Barger menggunakan istilah Blog untuk pertama kalinya pada tahun 1977. Ciri-ciri blog secara umum berdasarkan definisisnya adalah (Akbar,2008):
a)    Blog adalah sebuah halaman website
b)   Blog ditulis oleh perseorangan maupun kelompok dengan bahasa percakapan dan tidak formal
c)    Blog  memiliki fasilitas yang memungkinkan pengunjung sebuah  blog  meninggalkan komentar
d)   Tulisan yang ada di dalam sebuah  blog  selalu diperbarui dalam jangka waktu tertentu
e)    Isi dari sebuah blog diurutkan menurut kronologis waktu, tulisan terbaru terletak di bagian paling atas.
Aktivitas menulis sejenis catatan harian milik sendiri yang diletakan di internet yang bisa dibaca dan dikomentari oleh setiap orang yang mengunjunginya disebut weblog. Kini aktivitas menulis blog telah berkenbang cukup pesat. Hal-hal yang dituliskan bukan lagi sekedar catatan harian, melainkan juga tulisan mengenai ilmu pengetahuan, sastra. Politik, dan masih banyak hal lain yang menarik.
Blog dapat digunakan sebagai sarana yang postif untuk belajar menulis. Seseorang dapat dengan bebas menulis apa saja yang ia inginkan tanpa harus takut untuk dinilai oleh orang lain. Blog juga seringkali membantu kita dalam memberikan informasi yang baru dan mengisi ketidaktahuan kita akan suatu hal.

Produktif Menulis di Blog, Sebuah Eksistensi Bagi Masyarakat Pembelajar (Learning Society)
Dunia penulisan untuk saat sekarang telah berubah menjadi satu kebutuhan tidak terpisahkan dari kehidupan.  Walaupun banyak yang mengatakan bahwa pola hidup masyarakat sekarang ini lebih mengarah pada kebiasaan menonton. Budaya baca sekarang ini sungguh sangat memprihatinkan semua pihak.
Meningkatnya jumlah pengguna situs jejaring sosial ternyata diiringi juga dengan meningkatnya tingkat kejahatan dan dampak negatif penggunaan internet, walaupun tidak dipungkiri adanya manfaat yang besar pula dari situs jejaring sosial tersebut. Misalnya situs jejaring sosial mampu mempertemukan seseorang dengan sahabat lamanya, ajang silaturahmi, dan ajang bisnis online yang hebat.
Berdasarkan berbagai masalah tersebut dicoba untuk mengurangi tingkat kecanduan terhadap situs jejaring sosial dengan kembali menumbuhkan rasa semangat untuk menulis yang efektif dan informatif serta mempunyai tingkat intelektulitas lebih. Blog menjadi salah satu sarananya untuk hal tersebut. Blog merupakan sarana yang tepat untuk mengekspresikan perasaan dan menyampaikan pendapat. Kemampuan berbicara dan menyampaikan pendapat seseorang bisa diihat dari isi tulisannya di blog. Selain itu tingkat intelektualitas seseorang apakah memadai atau tidak, juga bisa dinilai dari blog yang ditampilkan. Blog mampu memperkaya intelektual bangsa dengan memberikan informasi dari banyak sudut pandang (Akbar, 2008).
Ada banyak kelebihan blog dibanding situs jejaring sosial. Manfaat blog bisa digunakan untuk mencari sebuah eksistensi. Aktivitas ngeblog memberikan banyak hal baru, mata menjadi lebih terbuka. Sesuatu yang ada di dunia nyata dibawa ke dunia maya, membuka pemikiran dan ide baru.

Kesimpulan
Berdasarkan pada sejumlah hal yang telah disebutkan, untuk membangun masyarakat  pembelajar (learning society) dapat dimulai dengan produktif menulis di dunia maya (weblog). Hal ini dapat dikembangkan seiring dengan perkembangan teknologi informasi yang semakin pesat, masyarakat dituntut untuk menjadikan semua itu sebagai motivasi pengembangan aktualisasi diri.
Masyarakat pembelajar didefinisikan sebagai suatu masyarakat informasi yang sanggup mengutilisasi semua informasi yang dimilikinya untuk melakukan berbagai inovasi untuk menciptakan suatu keunggulan. Berdasar dari uraian sebelumnya maka dapat disimpulkan bahwa untuk menjadi masyarakat pembelajar (learning society) dapat diwujudkan melalui langkah-langkah sebagai berikut:
a)    Posisikan kembali peran komunikasi elektronik di dunia pendidikan
b)   Pelajari komputer dan internet
c)    Definisikan ulang tempat-tempat terbaik untuk pengajaran – bukan hanya di sekolah
d)   Bukalah pikiran, dan ciptakan komunikasi yang segar.
Menulis di blog memang tidak seperti menulis di media massa, karena sebagian besar blog yang ada di dunia maya ini bukan milik komunikator profesional yang memang ahli di bidangnya. Karena pada umumnya pemilik blog adalah individu dengan berbagai latar belakang. Akan tetapi blog mempunyai kekuatan. Kekuatan dalam penyajian sebuah berita.
Dari hal diatas inilah maka dapat dikatakan bahwa blog sebagai media yang unik. Blog bukanlah merupakan sebuah produk jurnalistik profesional namun blog mampu menyampaikan pesan kepada khalayak luas secara cepat. Gaya bahasa dan etika penulisan blog juga lebih manusiawi, atau dapat dikatakan terserah yang punya blog mau menulis apa tapi tetap sesuai dengan norma dan sikap tanggung jawab blogger bersangkutan.
Dari keunikan-keunikan tersebut, blog bisa dikatakan juga sebagai pembawa kemajuan berfikir dan pembentuk opini publik. Blog juga mampu menjadi media yang aktual, walaupun jika kita flashback ke asal muasal diciptakannya blog sebagai tempat curhat dan aktualisasi diri kini mampu berubah sebagai media yang komunikatif dan terpercaya untuk mewujudkan masyarakat pembelajar (learning society).

DAFTAR PUSTAKA

Akbar, Muhammad Ilman.2008. Blog dan Pemanfaatannya dalam Meningkatkan Daya Saing Bangsa. Universitas Indonesia: Jakarta.


Messa, Hendra. 2007. Learning Society ( masyarakat pembelajar ) http://blogspot.com/ Learning Society (masyarakat pembelajar) Inspiring Points-dari-blog. Diakses 1 januari 2011

Pandiangan, Ester. 2009. Jadikan Blog Sarana Pendidikan yang Efisien dengan http://tekno.kompas.com/read/xml/2009/04/15/10590447/. Diakses pada 1 Januari 2011.

Wahyono, Teguh. 2005. Serba Serbi Blogger Mengelola Situs Pribadi Murah Meriah. Gava Media : Yogyakarta.

Tidak ada komentar: