Selasa, 18 Januari 2011

Evaluasi Hasil Pembelajaran

oleh Kelompok 1 :
Ahmad Marzuki
Feni Arini
Sheila Novelia

PENDAHULUAN

 


Buku Evaluasi Hasil Belajar ini merupakan buku ketiga setelah Instrumen dalam Penelitian Sosial dan Pendidikan Pengembangan dan Pemanfaatan, dan Metodologi Penelitian Kuantitatif untuk Psikologi dan Pendidikan karya Purwanto. Ketiga buku ini sama-sama diterbitkan oleh Pustaka Pelajar Yogyakarta. Evaluasi Hasil Belajar sendiri dicetak pertama kali pada Mei 2009.
Purwanto mengungkapkan bahwa banyak guru atau dosen yang melakukan penilaian atas dasar data yang dikumpulkan menggunakan tes hasil belajar yang tidak standar karena kerumitan dari proses standarisasi. Keputusan yang demikian tentu dapat merugikan siswa atau mahasiswa karena nasib akademiknya ditentukan dengan cara yang kurang akurat. Untuk itulah buku ini ditulis demi membantu memudahkan memahami pengelolaan hasil belajar.
Penulisan buku ini didorong oleh keinginan untuk memudahkan guru serta mahasiswa jurusan tarbiyah, fakultas keguruan dan ilmu pendidikan, fakultas psikologi konsentrasi pendidikan serta pihak-pihak yang menaruh minat dalam evaluasi pendidikan. Pertemuan-pertemuan kuliah dan paket-paket pelatihan menulis Beliau rasakan belum mencukupi untuk membantu memudahkan memahami pengelolaan hasil belajar , maka Ia terus termotivasi untuk mempercepat penyelesaian dari buku ini sehingga mahasiswa pendidikan bisa menikmati manfaat buku ini.
Purwanto sendiri lahir di Boyolali 26 September 1970, menyelesaikan pendidikan sampai SLTA di Boyolali kemudian melanjutkan S1 di FKIP UNS (tamat tahun 1996). Beliau melanjutkan S2 Jurusan Penelitian dan Evaluasi Pendidikan (PEP) di Universitas Negeri Yogyakarta (tamat tahun 1999). Sejak tahun 1999 Ia terdaftar menjadi mahasiswa Program Doktor di Universitas Negeri Jakarta jurusan PEP.
Dengan adanya buku yang ditulis Purwanto ini, memunculkan suatu gagasan yang harus dikemukakan ke publik sebagai sebuah pedoman yang bermanfaat khususnya bagi para pembaca yang berhungan dalam evaluasi hasil belajar dalam dunia pendidikan. Maka dari itu laporan buku ini bertujuan mengenalkan dan membedah buku ini sebagai bentuk penilaian apakah buku ini baik untuk dibaca dari segi isi maupun teknis penulisan sehingga tepat sasaran dan tepat guna. Dengan begitu banyaknya masalah dalam evaluasi, buku ini bermanfaat untuk membantu mengatasinya sehingga perlu diinformasikan ke masyarakat banyak.

ISI LAPORAN : RINGKASAN BUKU

BAB I
PENGUKURAN DAN EVALUASI DALAM PENDIDIKAN

            Pendidikan merupakan sebuah program. Sebagai program, pendidikan merupakan aktivitas sadar yang diarahkan untuk mencapai suatu tujuan. Untuk mengetahui apakah tujuan telah tercapai, diperlukan sebuah evaluasi.
            Evaluasi adalah pengambilan keputusan berdasarkan hasil pengukuran dan standar kriteria. Pengambilan keputusan evaluasi dilakukan berdasarkan hasil pengukuran yang dibandingkan dengan standar kriteria yang ditetapkan. Oleh karena itu, terdapat dua kegiatan dalam evaluasi, yaitu melakukan pengukuran dan membuat keputusan dengan membandingkan hasil pengukuran dengan standar kriteria.
            Pengukuran dan evaluasi mempunyai empat fungsi, yaitu fungsi penempatan, seleksi, diagnostik, dan pengukuran keberhasilan. Memiliki empat ciri, yakni meniru model pengukuran dalam ilmu alam, bersifat tidak langsung, menggunakan ukuran kuantitatif dan mengandung kesalahan.

BAB II
KOMPONEN DAN MODEL-MODEL EVALUASI PENDIDIKAN
            Evaluasi program adalah kegiatan yang bertujuan untuk mengetahui keberhasilan program. Jadi, evaluasi program pendidikan dilakukan untuk mengetahui keberhasilan program pendidikan.
Model evaluasi program pendidikan yang ada, antara lain model pengukuran, model kesesuaian, model evaluasi sistem dan model iluminatif. Perbedaan model terletak pada perbedaannya pada komponen dan aspek yang dievaluasi. Evaluasi model pengukuran komponen hasil belajar dari ranah kognitif. Model kesesuaian mengevaluasi komponen hasil belajar dari ranah kognitif, afektif, dan psikomotor. Model evaluasi sistem mengevaluasi semua komponen pendidikan secara terpisah. Model iluminatif mengevaluasi mengevaluasi semua komponen secara keseluruhan.

BAB III
TUJUAN PENDIDIKAN DAN HASIL BELAJAR: DOMAIN DAN TAKSONOMI
            Tujuan pendidikan adalah perubahan perilaku yang diinginkan terjadi setelah siswa belajar. Tujuan pendidikan dapat dijabarkan dari tujuan nasional, institusional, kurikuler dan instruksional.
            Tujuan nasional pendidikan adalah cita-cita negara terhadap warga negara setelah mengikuti pendidikan. Tujuan institusional adalah tujuan pendidikan pada masing-masing jenjang pendidikan dan merupakan penjabaran dari tujuan nasional. Tujuan kurikuler adalah tujuan untuk setiap bidang studi. Sedangkan tujuan instruksional adalah tujuan pendidikan di tingkat pengajaran.
            Hasil belajar adalah hasil yang dicapai dari proses belajar mengajar sesuai dengan tujuan pembelajaran. Hasil belajar perlu dievaluasi. Evaluasi dilakukan sebagai cermin untuk melihat apakah tujuan yang ditetapkan telah tercapai dan apakah tujuan yang ditetapkan telah tercapai dan apakah proses belajar mengajar telah berlangsung efektif untuk memperoleh hasil belajar.
            Domain hasil belajar adalah perilaku-perilaku kejiwaan yang akan diubah dalam proses pendidikan. Perilaku kejiwaan ini dibagi dalam tiga domain: kognitif, afektif dan psikomotorik. Dalam domain kognitif diklasifikasikan menjadi pemahaman hafalan, pemahaman, penerapan, analisis, sintesis dan evaluasi. Dalam domain afektif hasil belajar meliputi level penerimaan, partisipasi, penilaian, organisasi dan karakterisasi. Sedangkan domain psikomotorik terdiri dari level persepsi, kesiapan, gerakan terbimbing, gerakan terbiasa, gerakan kompleks dan kreativitas.

BAB IV
TES SEBAGAI INSTRUMEN PENGUMPULAN DATA HASIL BELAJAR
            Untuk memperoleh data yang objektif, maka pengumpulannya dilakukan dengan cara pengukuran. Dalam pengukuran dilakukan proses pengunpulan data dengan menggunakan alat atau instrumen. Instrumen dalam pendidikan sangat berhubungan dengan variabel yang hendak diukur.
            Tes merupakan salah satu jenis instrumen. Tes sebagai instrumen berhubungan dengan fungsinya untuk mengukur penampilan maksimal. Dalam kegiatan pengukurannya, tes dapat dibagi menjadi dua yaitu tes yang mengukur penguasaan dan tes yang mengukur kemampuan. Tes yang mengukur penguasaan mengukur apa yang diperoleh, sedangkan tes kemampuan mengukur apa yang dimiliki.
            Tes hasil belajar (THB) merupakan salah satu jenis tes yang megukur penguasaan. Menurut macamnya, THB terdiri dari tes formatif, sumatif, diagnostik dan penempatan.
            Komponen THB terdiri dari perangkat, petunjuk pengerjaan, butir soal, pilihan, kunci jawaban dan pengecoh. Dalam pelaksanaannya, THB dapat dilakukan dengan pengamatan, lisan dan tertulis.

BAB V
PENGEMBANGAN TES HASIL BELAJAR
THB yang baik digunakan setelah melalui proses pengembangan. Pengembangan THB dilakukan melalui beberapa kegiatan, yaitu:
1)      Identifikasi hasil belajar
2)      Dekripsi materi
3)      Pengembangan spesifikasi
a)      Menentukan bentuk dan jenis tes
b)      Menentukan banyak butir
c)      Menentukan waktu pengerjaan
d)     Menentukan peserta uji coba
e)      Menentukan waktu uji coba
f)       Menentukan aturan skorsing
g)      Menentukan kriteria uji coba
h)      Menentukan tujuan instruksional umum
i)        Menentukan tujuan instruksional khusus
j)        Menentukan kisi-kisi
4)      Menuliskan butir-butir tes dan kunci jawaban
5)      Mengumpulkan data uji coba
6)      Menguji kualitas tes
7)      Melakukan kompilasi

BAB VI
ANALISIS BUTIR TES HASIL BELAJAR
Sebagai sebuah alat ukur, THB harus memenuhi syarat alat ukur yang baik yaitu validitas dan reliabilitas. Sebelum pengujian syarat alat ukur yang baik dilakukan, terlebih dahulu butir-butir THB diujicobakan menggunakan analisis butir. Analisis butir dapat dilakukan menggunakan teori klasik.
Dalam analisis butir menggunakan teori klasik, yang diuji adalah tingkat kesukaran, daya beda dan efektivitas pengecoh. Dalam pengujian itu, keputusan butir yang baik ditarik berdasarkan kriteria yaitu tingkat kesukaran harus sedang, daya beda harus positif dan tinggi, dan pengecoh harus dipilih paling tidak satu orang peserta tes.

BAB VII
PENGUJIAN VALIDITAS TES HASIL BELAJAR
            Validitas adalah salahsatu syarat THB yang baik. Validitas berhubungan dengan kemampuan THB untuk mengukur keadaan yang akan diukurnya.
            Pengujian validitas dapat dikelompokkan menjadi tiga, yaitu validitas isi, kriteria dan konstruk. Pengujian validitas isi dapat dilakukan dengan cara menelaah butir, meminta pertimbangan ahli dan menghitung korelasi butir dengan total. Pengujian validitas kreteria dapat berupa validitas konkuren dan prediktif. Pengujian  validitas konstruk dapat dilakukan dengan menelaah butir, meminta pertimbangan ahli, konvergensi dan diskriminabilitas, multitrait-multimethod dan analisis faktor.

BAB VIII
PENGUJIAN VALIDITAS KONSTRUK HASIL BELAJAR DENGAN ANALISIS FAKTOR
            Analisis Faktor merupakan analisis uji validitas konstruk. Analisis ini dilakukan dengan menguji butir-butir atau variabel-variabel yang sangat banyak diringkas menjadi faktor-faktor yang lebih sedikit dan sederhana. Peringkasan dilakukan dengan menyatukan butir-butir atau variabel-variabel yang mempunyai varians faktor bersama yang besar ke dakam satu faktor karena dalam kedaan demikian  butir-butir atau variabel-variabel tersebut sebenarnya mengukur dimensi yang sama. Dalam penggunaannya analisis faktor dapat dilakukan secara eksploratif maupun konfirmatif.
            Analisis faktor ditempuh dengan prosedur yang melibatkan beberapa langkah, yaitu menguji kelayakan analisis, menyajikan matriks korelasi, melakukan ektraksi, melakukan rotasi dan member nama faktor. Hasil perhitungan akan ditafsirkan data dapat dianalisis bila sampel cukup dan berdistribusi normal. Hal ini ditunjukkan oleh koefisien KMO minimal 0,80 dan taraf signifikasi yang ditetapkan di bawah rekomendasi hasil perhitungan. Butir yang mempunyai dimensi sama memiliki interkorelasi minimal 0,20 dalam matriks korelasi.

BAB IX
PENGUJIAN RELIABILITAS TES HASIL BELAJAR
Reliabilitas adalah salah satu syarat THB ynag baik. Reliabilitas adalah koefisien yang menunjukkan kemampuan THB untuk memberikan hasil pengukuran yang relative tetap. Reliabilitas dapat dipandang sebagai stabilitas internal. Metode pengujian yang memandang reliabilitas sebagai stabilitas eksternal adalah metode tes ulang dan parallel. Sedangkan metode yang memandang reliabilitas sebagai koefisien stabilitas internal adalah metode belah dua, Flanagan, Rulon, Kuder Richardson, Hoyt, dan Alpha Cronbach.
Keputusan reliabilitas dilakukan dengan mengonfirmasikan koefisien reliabilitas hasil perhitungan dengan kriteria batas tertentu. Beberapa ahli memandang kriteria itu merupakan batas relatif, beberapa memberikan petunjuk tentang besar koefisien minimal, beberapa yang lain memandang koefisien reliabilitas sebagai koefisien korelasi yang konfirmasi signifikasinya menggunakan tabel.
Di samping koefisien reliabilitas, dalam THB yang digunakan untuk mengukur skor-skor yang akan dibandingkan, perlu dipertimbangkan juga kesalahan standard pengukurannya.

BAB X
PENGUMPULAN DATA HASIL BELAJAR
            Data hasil belajar adalah keterangan kuantitatif mengenai hasil belajar siswa. Data itu mencerminkan perubahan perilaku siswa setelah belajar. Data hasil belajar dapat dikelompokkan dalam beberapa macam. Berdasarkan pengumpulannya terdapat data primer dan data sekunder. Menurut sumber objek pengumpulan data dapat diambil dari sampel dan populasi.
            Pengumpulan data hasil belajar dilakukan dengan mengubah jawaban peserta tes ke dalam ukuran kuantitatif berdasarkan aturan skoring yang ditetapkan. Dalam pengukuran THB, aturan skoring yang digunakan sangat dipengaruhi oleh bentuk THB dan ketentuan mengenai denda.
            Skor data hasil belajar dikelompokkan menurut beberapa macam. Berdasarkan unsurnya, skor dapat dikelompokkan menjadi skor murni, skor amatan, dan skor kesalahan. Menurut jumlah unsurnya, dapat berupa skor tunggal atau skor gabungan.

BAB XI
STATISTIKA UNTUK ANALISIS DATA HASIL BELAJAR
            Statistika dapat digunakan untuk membantu mengolah skor data hasil belajar menjadi nilai mealalui proses penelitian. Dalam menganalisis data hasil belajar, statistika melibatkan melibatkan proses pengumpulan, pengolahan dan penyajian data. Pengumpulan data dilakukan dengan mengukur menggunakan tes belajar. Penyajian data dilakukan menggunakan tabel dan grafik. Pengolahan data dilakukan menggunakan statistika deskriptif khususnya mean dan standar deviasi.

BAB XII
PENILAIAN HASIL BELAJAR
            Hail pengukuran berupa skor belum mempunyai arti untuk dapat digunakan dalam membuat keputusan. Skor hanya bermakna dan dapat digunakan untuk membuat keputusan setelah diubah menjadi nilai melalui proses penilaian. Proses penilaian menggunakan skala dan acuan tertentu. Oleh karenanya pemberian makna kepada nilai dalam pengambilan keputusan harus mempertimbangkan skala dan acuan yang digunakan untuk mengubah skor menjadi nilai.

KESIMPULAN DAN SARAN

Mulai dari perwajahan buku, pendahuluan buku ini, isi buku, penyusunan buku dan teknis buku sudah bisa dikatakan buku ini menjadi pedoman yang baik sebagai buku panduan evaluasi. Wawasan dan pengetahuan yang ada dalam buku ini pun bisa digunakan dengan baik dan tepat sasaran. Karena buku ini pun menargetkan buku ini berguna bagi pendidikan dan profesi yang berhubungan sebagai pengevaluasi. Masalah-masalah yang berhubungan dengan evaluasi bisa terbantu dan dapat diatasi dengan adanya buku ini.
Secara teknis, buku memiliki kekurangan atau kelemahan. Seperti cetakan yang kurang baik. Namun buku ini baik secra konten. Isi yang mendalam namun sederhana dan menarik merupakan keunggulan buku ini serta diikuti dengan bahasa penulis yang tertata rapi dan dapat dimengerti.
Dalam buku ini, persoalan yang ada tentunya menjadi faktor keberadaan buku ini, tujuan buku ini ditulis oleh penulisnya. Sebuah tulisan tentu tidak muncul begitu saja, faktor adanya masalah-masalah yang berkembang di dunia sekarang, melihat fenomena yanga ada, menjawab sebuah penelitian yang belum terjawab atau penulis mengalami masalah itu sendiri. Buku Evaluasi Hasil Belajar ini pun ada karena adanya persoalan yang melatarbelakangi lahirnya buku ini. buku ini dengan judul Evaluasi Hasil Belajar tentunya bisa kita lihat tujuannya ditulis secara ekplisit dari judulnya yaitu untuk megatasi masalah yang ada seputar dengan masalah evaluasi hasil belajar dalam pendidikan.
Dalam dunia pendidikan, yang menjadi hal penting pembelajaran setelah proses belajar itu sendiri adalah evaluasi. Evaluasi ini adalah sebuah tolak ukur yang akan berhubungan langsung dengan peserta didik. Jadi jika terjadi sebuah kesalahan yang dilakukan pengevaluasi maka akan berpengaruh bagi peserta didik untuk kedepannya dalam proses belajar yang selanjutnya. Melihat persoalan inilah penulis membuat pedoman sehingga membantu meminimalisasikan kesalahan-kesalahan sehingga masalah-masalah bisa diatasi dengan baik. Pedoman ini seperti tuntunan yang mampu mengarahkan guru ke arah yang baik, karena tidak jarang guru yang kurang berwawasan dalam evaluasi, akan berbuat seenaknya saja dan akhirnya muncul subjektivitas yang tinggi. Maka untuk menghindari masalah itu, maka buku ini sangat membantu dengan menjelaskan materi-materi yang padu mengenai Evalusi Hasil belajar.
Muncul sebuah masalah dalam penulisan buku jika penulis tidak membuat buku itu menjadi keterpaduan sebuah ilmu. Keterpaduan itu bisa dilihat dari segi penyusunan buku tersebut, mulai dari sampul buku (ilustrasi gambar dan ilustrasi kata), susunan sistematik isi buku tersebut, isi dari tiap-tiap bab yang harus berkesinambungan dan berantai sehingga membentuk wacana buku. Buku Evaluasi Hasil Belajar tulisan Dr. Purwanto, M. Pd. ini telah membentuk sebuah wacana yang buku yang baik dalam memadupadankan materi sehingga pembaca tidak kebingungan dalam memahami isi buku ini.
Secara perwajahan sampul, ilustrasi yang dipilih pun tepat, yaitu menggunakan kompas yang berarti menunjukan arah. Tentunya bermaksud buku Evaluasi Hasil Belajar ini bisa membantu pembaca seperi guru atau calon guru atau pengajar bisa menggunakan buku ini sebagai pedoman dalam pengukuran evaluasi belajar. Dari segi penyusunan isi buku, Purwanto sebagai penulis memahami benar bahwa materi-materi isi yang disampaikan harus sistematik karena erat hubungannya dengan pendidikan. Maka ia pun menulis terlebih dahulu mengenai pengukuran dan evaluasi dalam pendidikan, bisa dikatakan penulis memberikan dulu gambaran secara umum atau tujuan penggunaan buku ini sehingga pembaca tidak kebingungan. Setelah dikenalkan dengan gambaran umum, penulis penyusun buku ini dengan menampilkan materi secara sistematis yaitu dengan menyajikan materi komponen dan model-model evaluasi, tujuan pendidikan dan hasil belajar :  dimain dan taksonomi, tes sebagai instrumen pengumpulan data, pengembangan tes hasil belajar, analisis butir tes hasil belajar, pengujian validitas tes hasil belajar, pengujian validitas konstruk hasil belajar  dengan analisis faktor, pengujian reliabilitas tes hasil belajar, pengumpulan data hasil belajar, statistika untuk analisis data hasil belajar, penilaian hasil belajar. Dari keduabelas pokok bahasan ini penulis membuat suatu penyusunan di dalamnya yang sederhana, menarik dan baik. Setiap bab memiliki pendahuluan dan kesimpulan. Jadi,  gambaran isi bisa dilihat dari keduanya sehingga buku tersebut juga membantu sasaran buku apakah buku tersebut yang dicari oleh pembaca.
Penyusunan buku yang baik yang dilakukan oleh penulis menjadikan buku ini baik untuk menjadi pedoman para guru atau calon guru untuk mengenal dan langsung mengaplikasikannya dalam evaluasi belajar yang akan dilakukan. Sehingga permasalahan dalam evaluasi dapat diatasi. Masalah-masalah yang timbul dalam evaluasi pun bisa diubah menjadi sebuah tantangan bagi guru, bukan lagi menjadi masalah dengan adanya buku pedoman Evaluasi Hasil Belajar ini.
Secara penyusunan dan isi, buku ini bisa dikatakan bisa menjadi pedoman yang baik untuk para profesi yang berkaitan erat dengan pendidikan dan evaluasi hasil belajar. Penulis pun mengutarakan isi materi dengan jelas sesuai dengan judul dan tujuan dari buku ini. Namun dari segi tulisan atau hasil cetakan, buku ini kurang baik, dalam arti tulisan ada yang kurang jelas atau kabur. Masalah di atas bisa menjadi masalah dari percetakan kertasnya maupun tinta yang digunakan dalam cetakan buku ini. Lalu, ketidakjelasan ketikan huruf, ukuran pun menjadi masalah. Dalam buku ini yang menjadi masalah adalah ukuran huruf subbab-subbab sama dengan ukuran materi, bedanya hanya diberi aksen bold pada subbab, namun aksen bold itu yang justru membuat tidak jelas karena tidak disesuaikan dengan ukuran hurufnya.
Terlepas dari masalah teknis, dari segi manfaat isi atau subbtansi, buku ini membawa sebuah wawasan baru yang baik dalam sebuah kegiatan evaluasi hasil belajar. Bahasa yang digunakan Purwanto pun cukup  mengolah dengan pemilihan kata yang tepat dan tidak menjelimet dengan terus menggunakan bahasa teori. Terori-teori yang muncul pun dijelaskan secara baik. Buku yang terdiri dari 224 halaman ini cukup baik untuk dibaca. Isi yang menarik salah satu yang dibahas dalam buku ini adalah analisis faktor, dibeberapa buku yang sejenis yang membahas mengenai evaluasi tidak menemukan materi tersebut. Sehingga ada yang menarik utnuk menambah wawasan yang terdapat dalam buku ini.
Secara keseluruhan, buku ini tentu memiliki keunggulan tersendiri. Dari segi penyusunan, dari segi isi dari segi bahasa cocok dan bermanfaat bagi pembaca. Sasaran pembacanya pun jelas dijelaskan yaitu yang berhubungan dengan evalusi hasil belajar dalam dunia pendidikan. Tetapi, buku ini pun tidak luput dari kelemahan, salah satunya yaitu cetakan yang kurang baik yaitu ketikan atau pun kertas yang digunakan dalam percetakan. Namun terlepas dari teknis dan penyusunan, buku ini memuat isi yang berhubungan erat dan membantu mengatasi masalah dalam evaluasi belajar.


Tidak ada komentar: