Sabtu, 23 Oktober 2010

Andini Putri Pribadini - HOTEL PRO DEO

KRITIK TERHADAP RESENSI NOVEL HOTEL PRO DEO

Menulis resensi adalah suatu ulasan mengenai nilai sebuah buku. Dalam menulis resensi dibutuhkan beberapa kriteria yang perlu dipenuhi agar resensi tersebut betul-betul menyampaikan kepada para pembaca mengenai sebuah buku yang patut mendapat sambutan dari masyarakat atau tidak.
Menurut Gorys Keraf dalam bukunya Komposisi, terdapat beberapa kriteria yang perlu dipenuhi dalam menulis sebuah resensi. Berikut ini akan dibahas apakah penulis resensi telah memenuhi kriteria penulisan resensi sepenuhnya. Dalam resensi novel Hotel Pro Deo penulis telah mempertimbangkan bahasa penulisannya dengan tingkat pendidikan pembacanya. Hal ini dapat diketahui dari media cetak TEMPO yang memuat resensi tersebut, media cetak ini kerap kali dibaca oleh kalangan berpendidikan. Penulis memahami tujuan pengarang novel sepenuhnya, ia menyatakan bahwa pada dasarnya pengarang ingin menyampaikan bahwa ia mengalami pergulatan batin mengenai problematik yang dihadapi bangsanya. Selain untuk menghibur, ia juga menyatakan bahwa pengarang ingin membuktikan kemampuannya yang masih prima di usia yang cukup tua untuk menyelesaikan sebuah novel dengan seribu halaman. Penulis resensi mengetahui dengan baik apa maksud dari pembuatan resensi itu sendiri. Ia memberikan informasi pada para pembaca mengenai sebuah buku yang perlu dipertimbangkan kehadirannya oleh masyarakat. Dalam menulis resensi, penulis tidak lupa menilai buku yang ia resensi sebagai novel yang cukup menghibur. Penulis menyampaikan latar belakang novel dalam resensinya dengan menonjolkan tema buku tersebut yakni, peristiwa dan bermacam insiden bernuansa politis. Mengenai deskripsi buku, penulis sedikit menjabarkan mengenai jumlah halaman novel tersebut, ia tidak menuliskan dengan jelas jumlah bab, tebal buku, ukuran buku, dan format yang terdapat dalam novel tersebut, untuk deskripsi buku selebihnya seperti tahun terbit, badan penerbit, serta terbitan ia cantumkan pada data buku yang berada di tengah resensi tersebut. Penulis resensi memuat ringkasan isi buku di bagian awal resensinya yang mewakili isi buku secara keseluruhan, dengan demikian ia memberikan gambaran yang jelas dan mendetil dalam kepada pembaca mengenai isi buku tersebut dengan menjelaskan tokoh-tokohnya. Dalam memperkenalkan pengarang novel, penulis sekaligus menyampaikan dalam satu kalimat tentang jenis buku atau macam buku pada pembaca. Kemudian ia juga mengungkapkannya kembali dengan menonjolkan ketenaran pengarang dalam karya-karyanya yang lain sekaligus membuat perbandingan antara novel yang ia resensi dengan karya lain yang masih satu pengarang. Ia membandingkan novel tersebut dengan novel Ca Bau Khan dan Kembang Jepun. Ia mengulas segi menarik buku sebagai kelebihan buku tersebut, namun ia lebih sering mengulas segi kelemahan buku sebagai kekurangan buku. Meskipun demikian, ia tidak menjadikan kelemahan buku sebagai satu bagian yang menggambarkan buku tersebut secara keseluruhan. Banyak hal yang ia lewatkan atau tidak ia sampaikan pada pembaca dalam meresensi buku tersebut seperti, organisasi tulisan, teknik atau wajah buku, dan juga kutipan buku tersebut yang menghubungkan antarbagian.
Secara keseluruhan, resensi ini sudah cukup baik dan lengkap dalam memenuhi kriteria resensi meskipun tidak semuanya. Misalnya, tidak adanya pembahasan seputar organisasi tulisan, bahasa pengarang, teknik, wajah, cetakan, tanda baca, dan kutipan penghubung antarbagian. Namun demikian, resensi ini sudah memberikan gambaran yang cukup jelas pada pembaca untuk menilai atau memberikan pertimbangan terhadap kehadiran buku ini apakah layak atau tidak diterima di masyarakat.

1 komentar:

ahmadmarzuqi mengatakan...

Secara keseluruhan sudah mengomentari semua unsur yang ada dalam sebuah resensi,seperti sasaran pembaca, tujuan penulisan, tujuan resensi, desripsi buku, tema buku, ringkasan, kepengarangan, jenis atau macam buku, perbandingan dengan buku lain, dan keunggulan dan kelemahan buku. Komplit. Meskipun dalam resensi asli unsur itu tidak ada atau kurang ditonjolkan.

Teknik penulisannya baik. Sudah dimulai dengan pendahuluan, isi, dan ditutup dengan kesimpulan.