Rabu, 20 Oktober 2010

Dewi Gustiana Putri - Dongeng Zaman Pancaroba

Tugas Mengomentari Resensi
Mata Kuliah : Pengembangan Keterampilan Menulis
Dosen : Fathiaty Murtadho, M. Pd.

Disusun Oleh :
Dewi Gustiana Putri  (2115081329)
Kelas 3A

JURUSAN BAHASA DAN SASTRA INDONESIA
FAKULTAS BAHASA DAN SENI
UNIVERSITAS NEGERI JAKARTA
2010


Resensi buku dalam Koran Tempo dengan judul Dongeng Zaman Pancaroba yang ditulis oleh Bannie Triyana dan Arif Zulkifli mencerminkan sebuah resensi yang menarik. Dimulai dengan adanya keterkaitan antara judul resensi dengan judul buku yang diresensi, karena dalam buku yang berjudul Hotel Prodeo menceritakan peralihan zaman orde baru ke era reformasi sebagai latar belakang cerita. Judul resensi yang dibuat penulis memuat arti tersirat, membuat pembaca tertarik untuk mengetahui isi resensi dan buku tersebut.
Dalam buku Komposisi karya Gorys Keraf, disebutkan bahwa penulis resensi harus memahami sepenuhnya tujuan pengarang aslinya. Yak benar, penulis resensi Dongeng Zaman Pancaroba ini tampaknya sudah memahami gaya penulisan Remy Silado, bahwa ia tidak ingin main-main dalam menulis novel. Remy Silado sangat mengutamakan isi cerita daripada menjadi sebuah buku yang covernya sedap dipandang mata saja.
Dari analisis beberapa jenis resensi dan membaca buku teori mengenai resensi (Komposisi, Gorys Keraf), disimpulkan bahwa dalam sebuah resensi memiliki unsur : adanya keterkaitan antara judul buku dengan judul resensi, si peresensi harus mempunyai pengetahuan yang luas mengenai teori yang terkait, latar belakang penulis, terdapat synopsis dari buku yang ingin diresensi, keunggulan dan kelemahan buku, identitas buku, serta macam atau jenis buku.
Semua unsur-unsur di atas hampir semuanya telah dipenuhi oleh sang penulis resensi Dongeng Zaman Pacaroba. Walaupun begitu tak ada gading yang tak retak, peresensi kurang memasukan unsur mengenai teori yang terkait dengan buku yang diresensi. Seharusnya bisa saja peresensi mengangkat sedikit teori mengenai kaidah kebahasan untuk membangun sebuah tulisan yang berbentuk novel. Sebuah buku yang berisikan karya berupa tulisan sudah pasti ada kaidah-kaidah yang terkait dengan penulisannya misalnya seperti, aspek bahasa, kesatuan dan kepaduan antar alinea, serta aspek yang terkait dengan unsur sebuah novel. Dalam resensi yang berjudul Dongeng Zaman Pancaroba, peresensi tidak mengomentari keterkaitan novel dengan kaidah kebahasaan. Peresensi hanya membandingkan gaya penulisan novel Remy Silado dengan karya-karya beliau sebelumnya.
Latar belakang penulis buku memang tidak secara langsung diungkapkan peresensi. Tetapi melalui keterkaitan novel-novel karya Remy Silado sebelumnya. Dijelaskan tentang novel dengan latar belakang zamannya, novel dengan jalan cerita dan alurnya sudah membuat pembaca turut memahami siapakah Remy Silado sebenarnya.
Dari keseluruhannya peresensi sangat detail memperhatikan setiap perubahan bahasa dalam penyebutan gelar atau pangkat pada zaman tertentu. Ini membuktikan bahwa menulis resensi merupakan hal yang sulit karena butuh pemikiran dan ketelitian dalam menilai sebuah buku, walaupun begitu menulis resensi merupakan keterampilan yang mudah dipelajari.

1 komentar:

Bahiyyatul mengatakan...

Komentar resensi diatas sudah berpijak pada teori dalam buku Gory Keraf. Pada paragraf ketiga, Dewi G. telah memaparkan unsur-unsur resensi. Antara lain latar belakang penulis, keunggulan dan kelemahan buku, identitas buku, dan macam atau jenis buku. Hal tersebut adalah hal positif karena dapat menambah pengetahuan pembaca tentang teori penulisan resensi. Sayangnya Dewi G. tidak memberikan contoh untuk memperkuat argumennya yang dapat dikaitkan dengan teori.

Dari keseluruhan tulisan, penulisan sudah cukup baik. Tetapi dalam kalimat terakhir pada paragraf terakhir terlihat sedikit rancu. Kalimat tersebut adalah: “…menulis resensi merupakan hal yang sulit karena butuh pemikiran dan ketelitian dalam menilai sebuah buku, walaupun begitu menulis resensi merupakan keterampilan yang mudah dipelajari.” Menurut saya kutipan tersebut tidak dapat diambil maknanya dengan tepat.