Sabtu, 23 Oktober 2010

Kinanti Swastika -Kebangsaan di Mata Seorang Pancasilais

Kinanti Swastika

Komentar resensi yang bejudul
Kebangsaan di Mata Seorang Pancasilais

Pancasila menjadi kata pengantar dari resensi Yohanes Krisnawan dan Pancasila menjadi tema dalam buku Soediman Kartohadiprodjo yang berjudul Pancasila sebagai Pandangan Hidup Bangsa Indonesia.
Resensi yang bertajuk Kebangsaan di Mata Seorang Pancasilais terdiri dari tiga bagian tersurat selain identitas buku, pertama tentang isi atau gagasan yang diangkat oleh Soediman, kemudian bagaimana sosok Soediman itu sendiri dan diakhir tulisan Yohanes mengemukakan kelemahan buku Soediman. Bagian pertama resensi menampilkan isi buku, pendapat-pendapat yang dikemukakan Soediman, dan perbandingan dengan pendapat lain tentang Pancasila.
Bagian tengah buku yang dimulai pada subjudul Pelopor filsafat Pancasila, menjabarkan bagaimana seorang Soediman yang menanamkan Pancasila di civitas Fakultas Hukum Universitas Katolik Parahyangan. Kemudian di paragraf terakhir Yohanes mengemukakan kelemahan buku ini dari sisi penyuntingan. Selanjutnya ada hal yang diungkapkan Yohanes secara tersirat, yakni keunggulan buku yang masuk dalam rangkaian penjabaran isi.
Hanya saja resensi Yohanes tidak menampilkan semua hal-hal yang seharusnya tedapat dalam suatu resensi, Gorys Keraf mengatakan bahwa sebuah resensi juga menampilkan klasifikasi buku yang diresensi, kemudian mengulas organisasi buku juga dinilai dari sisi bahasanya serta mengemukakan sasaran pembaca sebuah buku. Namun, hal tersebut tidak dikemukakan Yohanes dalam resensinya.
Selain itu seharusnya penjabaran tentang sosok Soediman tidak perlu selengkap itu, kerena seharusnya sebuah resensi adalah penilaian buku, sedangkan dalam resensi Yohanes sosok Soediman begitu lengkap dijabarkan dan tidak semuanya yang dijabarkan Yohanes berkaitan langsung dengan buku Seodiman.


Kinanti Swastika
2115081331(3.a)
PK. Menulis

1 komentar:

Irma Budiastuti mengatakan...

menurut saya, komentar Kinanti mengenai resensi yang berjudul "Kebangsaan di Mata Seorang Pancasilais" sudah cukup baik.

Dalam komentarnya, Kinanti menjabarkan teori Gorys Keraf tentang resensi. Teori-teori tersebut tentunya menguatkan argumen Kinanti dan akan lebih meyakinkan pembaca.

Kinanti juga sudah memaparkan bahwa di dalam resensi tersebut sudah terdapat keunggulan dan kelemahan buku, dan berdasarkan buku Komposisi, itu sudah memenuhi syarat sebuah resensi.

Akan tetapi, ada satu hal yang saya tidak sependapat dengan Kinanti. Ada sebuah kalimat yang saya garis bawahi, yakni "selain itu seharusnya penjabaran tentang sosok Soediman tidak perlu selengkap itu".

Saya kurang setuju, karena menurut saya, pengenalan pengarang dalam sebuah resensi mutlak adanya. Karena pembaca pun berhak mengetahui siapakah pengarang buku tersebut, dan sejauh mana kepabilitasnya dalam menyampaikan pikiran lewat sebuah buku.

Hal tersebut penting bagi pembaca, agar mereka mengetahui layak atau tidaknya sebuah buku untuk diapresiasi.