Minggu, 05 Desember 2010

Nur Rahmah Oktafiani - “Resensi Buku Active Learning : 101 Strategies to Teach Any Subject Active karya Mel Silberman”

“Resensi Buku Active Learning : 101 Strategies to Teach Any Subject Active
karya Mel Silberman”
Oleh: Nur Rahmah Oktafiani



Judul Buku                 : Active Learning: 101 Strategi Pembelajaran Aktif 
Penulis                       : Melvin L. Silberman 
Penerjemah               : Sarjuli, Adzfar Ammar, Sutrisno, Zainal Arifin, Ahmad dan Muqowin 
Penerbit                     : Pustaka Insan Mandiri 
Cetakan                      : 2007 
Jumlah halaman         : 430 
Ukuran                       : 15,5x 23cm
Inovasi pendidikan, kurikulum dan pembelajaran lahir sebagai suatu pembaharuan yang memperbaiki atau menyempurnakan daripada suatu model atau konsep sebelumnya. Seiring dengan perkembangan, dunia pendidikan abad 21 lebih berorientasi pada perkembangan dan pengembangan potensi manusia, bukan lagi menitik beratkan kepada perpaduan antara kemampuan teknikal dalam melakukan eksplorasi terhadap alam. Perubahan ini didorong oleh kenyataan terjadinya krisis ekologi. Hasil penelitian neorupsikologi juga menunjukkan bahwa potensi manusia yang sudah teraktualisasi masih sangat sedikit, baru sekitar 10%.
Dalam buku Active Learning : 101 Strategies to Teach Any Subject Active karya Mel Silberman terdapat empat pokok bahasan utama, yaitu konsep belajar aktif, cara mengaktifkan siswa sejak dini, bantuan untuk memperoleh pengetahuan, keterampilan dan sikap secara aktif serta kiat belajar tetap ingat. Sesuai dengan judulnya, secara keseluruhan buku ini menyajikan 101 strategi mengajar, yang disajikan dalam bentuk petunjuk, kiat, cara, pedoman maupun prosedur belajar yang akan membentuk sikap aktif dari siswa.
Buku ini mengulas tentang materi praktis untuk membantu pendidik mengembangkan strategi pengajaran yang lebih mengarah pada pengembangan potensi siswa. Melalui berbagai strategi yang ditawarkan pendidik dapat menggali lebih dalam lagi potensi yang dimiliki oleh siswa. Materi yang disajikan dalam buku ini juga sangat sistematis, dimulai dengan memberi gambaran tentang konsep belajar aktif sejak dini,  pengkondisian terhadap siswa sehingga dapat belajar aktif sejak dini, pengkondisian siswa untuk mampu secara aktif memperoleh pengetahuan, keterampilan,  sikap dan strategi agar materi belajar dapat dipahami secara konsisten dan tidak mudah lupa.
Pembelajaran harus dipahami dengan benar oleh pendidik dan siswa, disajikan secara konsisten, tidak terlepas-lepas dengan perencanaan yang matang. Sebagai sebuah ide, tawaran strategi pembelajaran yang disajikan Mel Silberman merupakan sesuatu yang cukup menarik bagi proses pembelajaran di persekolahan Indonesia yang cenderung menggunakan cara konvensional. Ada beberapa hal yang harus dipertimbangkan untuk hal tersebut, diantaranya tujuan atau sasaran pelajaran, materi atau bahan ajar, kemampuan siswa, kemampuan guru, fasilitas ruangan dan prasarana lain,alat pelajaran, alat bantu pelajaran, metode dan teknik pengajaran, media yang digunakan, tugas yang akan dibebankan, waktu, kondisi tempat belajar dan komponen pelaku belajar.
Strategi-strategi yang disajikan Silberman ini pada dasarnya merupakan suatu alat yang perlu dipertimbangkan oleh guru sehingga sasaran pendidikan menjadi lebih mudah dicapai. Walaupun demikian perlu dicermati bahwa tidak seluruh ide yang ditawarkan, terutama oleh para penulis luar negeri diadopsi serta merta karena bagaimanapun yang terbaik adalah strategi yang dikembangkan atas pertimbangan yang mengacu pada konteks atau kondisi dimana pembelajaran itu diselenggarakan.
Salah satu hal yang perlu dipahami seorang pendidik dari apa yang disajikan oleh penulis adalah pelaku utama suatu proses pembelajaran adalah siswa. Siswa yang berhasil adalah siswa yang bisa belajar secara aktif, yaitu siswa yang mampu terlibat secara penuh dalam kegiatan belajar.

4 komentar:

Ayu Puspa Nanda mengatakan...
Komentar ini telah dihapus oleh penulis.
Ayu Puspa Nanda mengatakan...

Secara keseluruhan resensi ini sudah cukup baik. Nur Rahma mengawali resensinya dengan penyataan umum seputar inovasi pendidikan saat ini. Akan tetapi ada beberapa hal yang harus diperhatikan oleh Nur Rahmah. Dalam membuat resensi, peresensi harus memberikan judul pada resensinya dan judul yang diberikan tidak boleh sama dengan judul buku yang sudah dibaca. Selain peresensi belum memberi judul yang tepat dalam resensinya, masih terkait dengan judul, peresensi sudah melakukan kesalahan fatal. Dalam resensinya, ia menulis judul “Resensi Buku Active Learning : 101 Strategies to Teach Any Subject Active
karya Mel Silberman” dengan gambar buku ACTIVE LEARNING: 101 Strategi Pembelajaran Aktif dengn foto buku http://3.bp.blogspot.com/_t96LZBWnUTk/TPrpP5I7hYI/AAAAAAAAABo/SLMlg0MYcYI/s1600/buku.jpg (Link bisa di copy dan disamakan dengan yang tertera dalam resensi). Peresensi menggunakan judul yang salah. Kalau memang judul yang dicantumkan adalah judul yang ada dalam resensi, maka gambar buku dalam identitas buku seharusnya adalah gambar dalam link ini http://photo.goodreads.com/books/1182474295l/1281875.jpg
Mel Silberman memang menulis buku dengan berbagai judul yang terkait dengan pembelajaran. Jika dilihat dari definisinya pun sangatlah berbeda. Jadi persensi harus berhati-hati dalam mengumpulkan sumber.

Perlu diingat, tujuan membuat resensi adalah untuk mengulas buku-buku baru yang bertujuan untuk membuat pembaca yakin apakah buku tersebut layak atau tidak untuk dibaca. Ada beberapa hal yang harus diperhatikan dalam membuat resensi, yakni kelemahan dan keunggulan buku, latar belakang penulis dan perbandingan antara buku yang diresensi dengan buku-buku lain yang terkait dengan buku yang akan diresensi. Dalam hal ini, Nur Rahma baru memaparkan keunggulan bukunya saja. Lalu, peresensi juga tidak menjelaskan latar belakang penulis serta tidak menyertakan perbandingan antara buku yang diresensi dengan buku-buku pembelajaran yang lain.

nining mengatakan...

sependapat dengan komentar di atas judul dalam resensi ini kurang tepat, seharusnya penulllis mengungkapkan idenya sendiri. Selain itu pembahasan mengenai aspek kelebihan yang diungkapkan kurang menjadi daya tarik karena sifatnya resensi dipublikasikan agar pembaca tertarik untuk membaca suatu buku. SElain kelebihan dan, sisi kekurangan juga tidak diuraikan kesimpulanya pun kurang mewakili keseluruhan isi buku. Semangat untuk lebih baik ya deeek

Rahmah_oktafiani@yahoo.co.id mengatakan...

Makasih yup kak nining tuk saranya...Insya Allah selalu berusaha menuju kebaikkan kak :)