Minggu, 05 Desember 2010

GITA ROSI WULANDARI - “Strategi Belajar Untuk Suasana Kelas yang Aktif”


“Strategi Belajar Untuk Suasana Kelas yang Aktif”
Oleh: Gita Rosi Wulandari

Judul                  :Active Learning (101 Strategi Pembelajaran   Akitf)
Penulis             : Mel Silberman
Penerjemah       : Sarjuli, dkk
Penerbit            : Pustaka Insan Madani
Tahun terbit       : 2007
Cetakan ke        : 6
ISBN                 : 978-979-026-044-3
 
Sekolah sebagai salah satu lembaga pendidikan yang memiliki tujuan menghasilkan siswanya bisa bersaing dimasa mendatang. Setiap sekolah memiliki tujuan berbeda yang ingin dicapai dengan berbagai macam strategi. Untuk dapat mewujudkan tujuan tersebut, maka diharapkan kepada setiap guru dapat lebih mengembangkan bagaimana cara ,mengajar dan mendidik siswa agar siswa tidak mudah jenuh dengan pelajarannya. Dengan demikian, sebagai seorang calon guru yang nantinya akan mengajar, diharapkan agar lebih bisa mengembangkan kegiatan belajar-mengajar dengan memilih strategi yang menyenangkan bagi siswa. Guru juga bisa membangkitkan siswa  secara aktif dalam mengikuti kegiatan belajar-mengajar.
            Melalui buku Active Learning ( 101 strategi pembelajaran aktif ) karya Mel Silberman ini, dimaksudkan untuk guru agar dalam proses belajar-mengajar para siswa tidak mudah jenuh karena terdapat beberapa strategi yang bisa guru praktikan dalam pembelajaran. Buku yang diterbitkan tahun 2007, yang telah diterjemahkan Sarjuli dan kawan-kawan ini, diawali dengan menerangkan kata pengantar dari Prof. Komarudin yang mengatakan bahwa masih banyak guru yang menjelaskan pelajaran dan menggunakan model yang pasif atau satu arah. Mengingat setiap pergantian pemerintahan, akan berganti pula kurikulum yang ada. Diabad 21 ini guru diharapkan bisa mengembangkan potensi diri pada masing-masing diri siswa. Dan masih banyak lagi fenomena-fenomena yang dibahas. Seperti pada abad 20 yang cara pengajaran guru hanya berdasarkan teori dan mengutamakan hafalan. Untuk itu sebagai seorang guru harus bisa mengubah konsep dari yang awalnya siswa pasif menjadi aktif karena pendidikan itu harus ada hubungan timbal balik antara guru dan siswa dan mengharuskan siswa menjadi aktif.
            Berbeda dengan Mel Silberman, buku yang berjudul Quantum Teaching karya Bobbi De Porter, Mark Reardon, dan Sarah Singer-Nourie juga berisikan berbagai macam strategi yang dapat menyegarkan dan menghidupkan suasana kelas agar siswa tidak mudah jenuh. Dalam buku Active Learning ini disetiap bagian terdapat bermacam-macam strategi yang dapat dipilih dan disesuaikan dengan materi pelajaran. Seperti pada sub bab “strategi melibatkan peserta didik dalam belajar aktif” yang terdapat tujuh model (hal. 81-97). Di sub bab ini adalah awal bagaimana merangsang siswa untuk belajar aktif dan mengenalkan kepada siswa tentang suasana pembelajaran aktif. Kemudian pada sub bab “bagaimana membantu peserta didik memperoleh pengetahuan, keterampilan, dan sikap secara aktif”, yang terdiri dari beberapa model. Dibagian pengajaran kelas penuh misalnya (hal.99-125), terdiri dari sepuluh model atau strategi yang bisa digunakan. Di sini guru sudah mulai memasukkan materi pelajaran. Pada bab ini guru bisa membangkitkan siswa secara aktif dalam kegiatan belajar-mengajar. Sedangkan pada bagian merangsang diskusi kelas (126-142), terdapat tujuh model pembelajaran yang bisa guru gunakan untuk merangsang siswa aktif dalam kelompoknya. Disetiap model tersebut juga dirincikan bagaimana menjalankan proses dari strategi itu, dan dilengkapi pula dengan variasi agar guru bisa mengombinasikan model yang baru. Sedangkan pada buku Quantum Teaching tidak menjelaskan secara terperinci bagaimana proses setiap model tersebut. Namun dalam buku ini disetiap model atau strategi yang ada dijelaskan dengan contoh dan dilandaskan dengan teori-teori yang mendukung. Buku ini juga adalah buku terjemahan jadi disetiap kalimatnya masih banyak kata-kata yang tidak sesuai dengan bahasa Indonesia dan harus membaca berulang-ulang agar dapat mengerti apa yang ditulis oleh pengarang. Di dalam buku ini juga disetiap model pembelajaran, siswa harus diberi pujian, dan harus dirayakan untuk lebih membangkitkan kepercayaan diri siswa dalam kegiatan belajar-mengajar.
            Kedua buku tersebut termasuk ke dalam kategori strategi pendidikan yang mempunyai sasaran pembacanya adalah guru dan calon guru. Buku Active Learning ini sangat bagus dibaca oleh guru karena memuat berbagai macam srategi yang bisa digunakan agar suasana kelas bisa lebih menyenangkan. Dengan adanya buku ini memudahkan guru agar kegiatan belajar tidak monoton dan bersifat satu arah saja. Buku ini juga sudah menjelaskan tahap demi tahap disetiap model pembelajaran. Selain itu, bahasa yang digunakan mudah dimengerti serta banyak kata kunci yang terdapat disetiap model. Dengan adanya buku ini, interaksi antara guru dan siswa akan semakin aktif karena adanya hubungan timbal balik.
            Lebih dari itu, judul setiap sub bab yang ada sering tidak sesuai dengan isi serta masih terdapat diksi yang kurang tepat karena buku ini adalah buku terjemahan. Walaupun terdapat berbagai macam model, tapi masih terdapat model yang tidak jelas dan harus dibaca berulang-ulang, itu dikarenakan pengarang terlalu berbelit-belit dalam menjelaskan model.
            Secara keseluruhan, buku ini baik dibaca untuk guru yang ingin mengubah pola belajar siswa yang awalnya pasif menjadi aktif. Dengan begitu siswa akan lebih tertarik dengan pelajaran yang guru ajarkan.

3 komentar:

Chaerunnufus mengatakan...

Secara keseluruhan, resensi buku Active Learning yang dibuat oleh Gita cukup baik. Gita sudah menulis resensi dengan berpedoman teori resensi menurut Gorys Keraf.Unsur-unsur resensi menurut Gorys Keraf yang telah dipenuhi oleh gita antara lain, identitas buku, deskripsi isi buku, kelebihan buku, kelemahan buku, gita juga sudah membandingkan buku avtive learning dengan buku lain yang jenisnya sama, kemudian gita mengungkapkan sasaran dari buku ini, dan dibagian akhir, gita menutup resensi dengan kesimpulan.




Gita juga sudah menulis resensi secara argumentatif,organisasi penulisan diawali dengan pendahuluan yang berisi latar belakang penulisan, dilanjutkan dengan isi, dan diakhiri oleh kesimpulan. Hanya saja pembahasannyanya kurang mendalam, misalnya dibagian pendahuluan masih kurang tepat titik singgung dengan alasan yang dikemukakan jadi agak kurang nyambung.
Ketiga hal ini sudah memenuhi syarat paragraf argumentasi.


Masalah teknis yang terlihat dari tulisan Gita antara lain kurangnya kepaduan antar kalimat maupun antar paragraf, terdapat pula ksalahan EYD yang sangat mendasar misalnya penulisan kata depan di- yang digabung penulisannya.

amalia nurzana mengatakan...

secara keseluruhan, untuk judul,dan resensi2nya sudah cukup baik,
tapi masih ada yang harus diperhatikan dan dibetulkan, antara lain...

untuk penulisan, tanda baca dan EYD nya bisa lebih diperhatikan lagi.


latar belakang cukup bagus,
tapi untuk masalah isinya masih kurang jelas,,,,
mungkin kurang spesifik apa yang dimaksud.

Khairani Sakinah mengatakan...

Resensi yang ditulis oleh gita sudah baik. Gita menulis resensi dari buku Active Learning dengan mengikuti langkah-langkah penulisan resensi yang benar dimulai dari judul, identitas, pedahuluan (yang mencakup apa sebenarnya buku yang yang akan diresensi),tubuh resensi (yg berisi sinopsis, kelebihan dan kekurangan, membandingkannya dengan buku lain yang ditulis oleh pengarang tersebut atau dengan buku yang sejenis), dan penutup (sasaran dan kesimpulan).

Bahasa yang digunakan oleh Gita jg sudah cukup baik. Saya dapat memahami apa yang diulas oleh Gita.
tetapi teknik penulisan harus lebih diperhatikan lagi (EYD dan tanda baca).

bagian awal resensi Gita memperkenalkan buku yang akan dia resensi dengan baik tetapi seharusnya Gita juga menjelaskan siapa penulis buku itu. Apakah dia memiliki latar belakang pendidikan atau tidak ataukah dia memang penulis buku-buku pendidikan.

Gita juga sudah mencoba membandingkan buku ini dengan buku lain yang sejenis, menurut saya itu sangat baik.

judul resensi yang dibuat oleh Gita juga sesuai dengan apa yang dia ulas dalam resesnsinya. tapi, seharusnya Gita dapat membuat judul yang lebih menarik lagi sehingga dapat menarik pembaca untuk membaca resensinya.

jadi, menurut saya secara kesuluruhan resensi yang ditulis oleh Gita sudah lumayan baik.