Minggu, 05 Desember 2010

ULFAH MUTIA RANI - Metode Asyik Belajar Menyenangkan

Metode Asyik Belajar Menyenangkan

Oleh: Ulfah Mutia Rani


Judul : Active Learning (101 Strategis to teach Any Subject)

Penulis : Melvin L. Silberman

Cetakan : Ke 6, Juli 2009

Penerbit : Pustaka Insani Madani

Tebal : 292 halaman, 15,5 x 23

ISBN : 978-979-026-044-3


Berkembangnya potensi peserta didik melalui situasi belajar yang aktif dan menyenangkan memberikan inspirasi bagi Melvin untuk mengubah pemikiran yang selama ini terjadi di dunia pendidikan. Banyak pengajar dalam pembelajarannya masih menggunakan metode satu arah, yang faktanya memang kurang menarik peserta didik untuk belajar, sehingga terkadang tujuan pembelajaran yang diinginkan tidak tercapai. Alasan itulah membuat Melvin berusaha memecahkan masalah-masalah yang terjadi di dunia pendidikan dengan memperkenalkan 101 strategi pembelajaran aktif untuk mengembangkan potensi yang dimiliki peserta didik.

Banyak inovasi yang telah dikembangan untuk membangun potensi manusia, terutama potensi peserta didik seperti munculnya berbagai macam metode pembelajaran yakni quantum learning, quantum teaching, accelerated learning, cooperative learning, dan mungkin akan muncul metode lainnya. Namun bila dikaitkan dengan penawaran strategi pembelajaran oleh beberapa metode tersebut, metode belajar aktif sangatlah lebih variasi dan lebih membangun potensi yang dimiliki peserta didik.

Belajar aktif merupakan strategi belajar yang menyenangkan karena dengan belajar aktif, peserta didik dituntut melakukan aktifitas-aktifitas yang membangun potensi yang dimilikinya. Ada suatu penelitian yang menyatakan bahwa belajar semakin baik jika peserta didik diminta untuk melakukan beberapa hal seperti mengungkapkan informasi dengan bahasa mereka sendiri, memberikan contoh-contoh, melihat hubungan antara satu fakta dengan yang lain, dan memperkirakannya beberapa konsekuensi. Hal ini membuktikan bahwa peserta didik dapat belajar lebih lama bila dihadapi dengan tantangan (teknik) belajar yang tidak biasa.

Melvin memperkenalkan kumpulan strategi pembelajaran yang kaya dan komprehensif sekaligus dalam satu sumber yang mudah untuk diaplikasikan dan diikuti. Strategi-strategi itu dibuat untuk mengembangkan potensi yang dimiliki peserta didik agar proses belajar menjadi menyenangkan. Empat kategori utama disusun Melvin untuk mengembangkan potensi peserta didik. Kategori pertama, memperkenalkan konsep belajar aktif yang terdiri dari model-model belajar, dimensi sosial belajar, kepedulian terhadap belajar aktif, inti dan kerangka belajar aktif. Kategori kedua, bagaimana membuat peserta didik aktif sejak dini, berisi strategi membentuk tim, strategi penilaian di tempat, dan strategi keterlibatan seketika. Kategori ketiga, bagaimana membantu peserta didik memperoleh pengetahuan, keterampilan dan sikap secara aktif dapat dilakukan dengan menggunakan strategi pengajaran kelas penuh, strategi merangsang diskusi kelas, strategi pertanyaan terlalu singkat, strategi belajar dengan cara bekerja sama, strategi mengajar teman sebaya, strategi belajar mandiri, strategi belajar afektif, strategi pengembangan kecakapan. Kategori keempat, bagaimana belajar agar tidak lupa dapat dilakukan dengan strategi meninjau ulang, strategi penilaian diri, dan strategi sentiment terakhir. Empat kategori ini dapat melatih perkembangan otak, pengajar, dan peserta didik.

Bagi Melvin, belajar aktif berlaku bagi siapa saja,. Namun belajar aktif ini lebih utama diperuntukan untuk para pengajar baik yang telah berpengalaman maupun yang masih pemula dan orang-orang yang peduli terhadap dunia pendidikan karena strategi-strategi yang yang diperkenalkan Melvin sudah direalisasikan secara langsung oleh beberapa teman Melvin yang mengajar di taman kanak-kanak hingga sekolah menengah dan sudah terbukti hasilnya.

Melvin L. Silberman adalah seorang professor emeritus pengembangan organisasi umum di Temple University, yang memberinya penghargaan Great Teacher Award. Dia memimpin banyak seminar pelatihan aktif untuk lembaga pendidikan, perusahaan, pemerintah dan organisasi pelayanan di seluruh dunia. Dia juga merupakan presiden Active Training, Priceton, New Jersey, sebuah perusahaan yang menawarkan kursus teknik pelatihan aktif, kecerdasan interpersonal dan fasilitasi tim. Dr. Siberman juga telah menulis banyak publikasi yang diterbitkan oleh Preiffer.

Secara substansial buku non-fiksi ini sangat inspiratif dan bermanfaat bagi tenaga pendidik dalam pembelajaran strategi. Sayangnya, bahasa yang digunakan dalam buku ini sangatlah sulit dimengerti lantaran buku merupakan buku terjemahan dari bahasa Inggris yang dimana pemilihan kata-katanya tidak sesuai dengan pemilihan bahasa Indonesia yang baik, sehingga butuh perulangan membaca untuk memahami maksud dari isi buku tersebut. Penyuntingan tulisannya pun kurang sekali, terkadang paragraf yang satu dengan yang lainnya tidak ada keterkaitannya. Namun bila dilihat dari segi komposisi warna, buku ini cukup menarik dan wajah buku sesuai dengan tema pendidikan yang diangkatnya.

10 komentar:

Hafid mengatakan...

Pada paragraf terakhir, pada kalimat "Sayangnya, bahasa yang digunakan dalam buku ini sangatlah sulit dimengerti lantaran buku merupakan buku terjemahan dari bahasa Inggris yang dimana pemilihan kata-katanya tidak sesuai dengan pemilihan bahasa Indonesia yang baik, sehingga butuh perulangan membaca untuk memahami maksud dari isi buku tersebut", terasa janggal sekali. Seharusnya pada kalimat tersebut ditambahkan kata "ini" setelah kata "buku". Pada kata "lantaran" juga bukan merupakan bahasa baku.Jadi lebih baik diganti dengan kata yang lain. Selain itu kata "yang dimana sebaiknya diganti dengan kata "yang mana".
Setelah menulis, sebaiknya kamu membacanya berkali-kali lagi. Pasti akan kelihatan yang mana yang bener yang mana yang kurang bener...Tapi bagian awalnya dah bagus kok Ul...

a.f sulistiowati mengatakan...

cara memaparkannya sudah sangat jelas dan menarik. sangat tepat memilih buku Active Learning (101 Strategis to teach Any Subject). bisa dijadikan slah satu rekomendasi buku yang layak dibaca untuk para guru dan calon guru seperti saya. hhe. saya merasa tertarik untuk membaca buku ini.

ulfah mutia rani mengatakan...

Mas Hafid:
Maksih yah mas udah komentarin resensi aku. Iya mas, masukkan mas bener. Ternyata pas dibaca berulang-ulang ada yang janggal pada paragraf terakhir. hehehehe.....
Nanti aku benerin deh...

AStri Fitri:
Aci makasih ya sayang udah komentarin resensi aku. Iya ci, tuh buku bagus banged, coba deh lu baca tuh buku.....

Aris Satria mengatakan...


kata yang merupakan serapan seharusnya ditulis miring.
Kalimat pada akhir paragraf kedua digunakan kata "variasi". Namun dengan konteks kalimat seperti tertulis lebih tepat jika digunakan kata "bervariasi'
Paragraf kedua seharusnya (tanpa cetak tebal):
"Banyak inovasi yang telah dikembangan untuk membangun potensi manusia, terutama potensi peserta didik seperti munculnya berbagai macam metode pembelajaran yakni quantum learning, quantum teaching, accelerated learning, cooperative learning, dan mungkin akan muncul metode lainnya. Namun bila dikaitkan dengan penawaran strategi pembelajaran oleh beberapa metode tersebut, metode belajar aktif sangatlah lebih bervariasi dan lebih membangun potensi yang dimiliki peserta didik."

Pada kalimat awal paragraf ketiga:
"Belajar aktif merupakan strategi belajar yang menyenangkan karena dengan belajar aktif, peserta didik dituntut melakukan aktifitas-aktifitas yang membangun potensi yang dimilikinya."
kata "aktif" benar memakai huruf "f", tetapi kata "aktifitas" seharusnya memakai huruf "v" sehingga pada kalimat seharusnya "aktivitas-aktivitas"
Dari sisi materi yang dipaparkan dalam resensi, sedapat mungkin menggamparkan pokok-pokok isi buku. Sepertinya hal itu telah lengkap dipaparkan (Aku belum membaca bukunya lho Ul...)

Menurutku secara keseluruhan resensi tersebut telah dihadirkan dengan cukup menarik.

Aris Satria mengatakan...

Ralat komentar:

kata yang merupakan serapan seharusnya ditulis miring.
Kalimat di atas salah dan diralat menjadi:
kata yang merupakan istilah asing seharusnya ditulis miring.

Justru kalau serapan harusnya tidak ditulis miring karena telah menjadi kata-kata Bahasa Indonesia.

Aku juga kurang teliti. Hehe...

ulfah mutia rani mengatakan...

makasih yah mas aris udah komentarin resensi aku..
hehehehe...
nanti aku benerin lagi....
makasih yah...

Nurul Assokhawati mengatakan...

Dalam resensi ini penulis telah menyebutkan pokok-pokok yang dapat dijadikan sasaran penilaian sebuah buku atau karya seperti, latar belakang yang dijabarkan dengan baik, pengenalan pengarang, sasaran pembaca dan klasifikasi buku. Selain itu, penulis juga membandingkan buku “Active Learning” dengan buku lain, seperti dengan metode pembelajaran yang lain seperti quantum learning, quantum teaching, accelerated learning dan cooperative learning.

Secara garis besar penulis telah mengungkapkan ulasan mengenai sebuah hasil karya atau buku dengan baik. Tidak lupa penulis juga membahas mengenai kekurangan dan kelebihan buku “Active Learning” karya Melvin L. Silberman dengan cukup detail, yang mencakup bahasa, organisasi buku, ulasan isi dan teknik buku. Namun, tidak terdapatnya kesimpulan akhir merupakan salah satu kelemahan dari resensi ini, selain itu tidak dijelaskan mengenai sumber pengenalan pengarang membuat seolah-olah penulislah yang membuat paragraf tersebut, bukan mengutip dari sumber lain.

ulfah mutia rani mengatakan...

resensi yang telah diperbaiki.

Inovasi Pembelajaran yang Menyenangkan

Judul : Active Learning (101 Strategis to teach Any Subject)
Penulis : Melvin L. Silberman
Cetakan : Ke 6, Juli 2009
Penerbit : Pustaka Insani Madani
Tebal : 292 halaman, 15,5 x 23
ISBN : 978-979-026-044-3

Berkembangnya potensi peserta didik melalui situasi belajar yang aktif dan menyenangkan memberikan inspirasi bagi Melvin untuk mengubah pemikiran yang selama ini terjadi di dunia pendidikan. Banyak pengajar dalam pembelajarannya masih menggunakan metode satu arah, yang faktanya memang kurang menarik peserta didik untuk belajar, sehingga terkadang tujuan pembelajaran yang diinginkan tidak tercapai. Alasan itulah membuat Melvin berusaha memecahkan masalah-masalah yang terjadi di dunia pendidikan dengan memperkenalkan 101 strategi pembelajaran aktif untuk mengembangkan potensi yang dimiliki peserta didik.

Banyak inovasi yang telah dikembangan untuk membangun potensi manusia, terutama potensi peserta didik seperti munculnya berbagai macam metode pembelajaran yakni quantum learning, quantum teaching, accelerated learning, cooperative learning, dan mungkin akan muncul metode lainnya. Namun bila dikaitkan dengan penawaran strategi pembelajaran oleh beberapa metode tersebut, metode belajar aktif sangatlah lebih bervariasi dan lebih membangun potensi yang dimiliki peserta didik.

Belajar aktif merupakan strategi belajar yang menyenangkan karena dengan belajar aktif, peserta didik dituntut melakukan aktivitas-aktivitas yang membangun potensi yang dimilikinya. Ada suatu penelitian yang menyatakan bahwa belajar semakin baik jika peserta didik diminta untuk melakukan beberapa hal seperti mengungkapkan informasi dengan bahasa mereka sendiri, memberikan contoh-contoh, melihat hubungan antara satu fakta dengan yang lain, dan memperkirakannya beberapa konsekuensi. Hal ini membuktikan bahwa peserta didik dapat belajar lebih lama bila dihadapi dengan tantangan (teknik) belajar yang tidak biasa.

Melvin memperkenalkan kumpulan strategi pembelajaran yang kaya dan komprehensif sekaligus dalam satu sumber yang mudah untuk diaplikasikan dan diikuti. Strategi-strategi itu dibuat untuk mengembangkan potensi yang dimiliki peserta didik agar proses belajar menjadi menyenangkan. Empat kategori utama disusun Melvin untuk mengembangkan potensi peserta didik. Kategori pertama, memperkenalkan konsep belajar aktif yang terdiri dari model-model belajar, dimensi sosial belajar, kepedulian terhadap belajar aktif, inti dan kerangka belajar aktif. Kategori kedua, bagaimana membuat peserta didik aktif sejak dini, berisi strategi membentuk tim, strategi penilaian di tempat, dan strategi keterlibatan seketika. Kategori ketiga, bagaimana membantu peserta didik memperoleh pengetahuan, keterampilan dan sikap secara aktif dapat dilakukan dengan menggunakan strategi pengajaran kelas penuh, strategi merangsang diskusi kelas, strategi pertanyaan terlalu singkat, strategi belajar dengan cara bekerja sama, strategi mengajar teman sebaya, strategi belajar mandiri, strategi belajar afektif, strategi pengembangan kecakapan. Kategori keempat, bagaimana belajar agar tidak lupa dapat dilakukan dengan strategi meninjau ulang, strategi penilaian diri, dan strategi sentiment terakhir. Empat kategori ini dapat melatih perkembangan otak, pengajar, dan peserta didik.

Bagi Melvin, belajar aktif berlaku bagi siapa saja,. Namun belajar aktif ini lebih utama diperuntukan untuk para pengajar baik yang telah berpengalaman maupun yang masih pemula dan orang-orang yang peduli terhadap dunia pendidikan karena strategi-strategi yang yang diperkenalkan Melvin sudah direalisasikan secara langsung oleh beberapa teman Melvin yang mengajar di taman kanak-kanak hingga sekolah menengah dan sudah terbukti hasilnya.

(bersambung...)

ulfah mutia rani mengatakan...

resensi yang telah diperbaiki.

(sambungan....)


Melvin L. Silberman adalah seorang professor emeritus pengembangan organisasi umum di Temple University, yang memberinya penghargaan Great Teacher Award. Dia memimpin banyak seminar pelatihan aktif untuk lembaga pendidikan, perusahaan, pemerintah dan organisasi pelayanan di seluruh dunia. Dia juga merupakan presiden Active Training, Priceton, New Jersey, sebuah perusahaan yang menawarkan kursus teknik pelatihan aktif, kecerdasan interpersonal dan fasilitasi tim. Dr. Siberman juga telah menulis banyak publikasi yang diterbitkan oleh Preiffer (101 Strategi Pembelajaran Aktif karangan Mel Silberman)

Secara substansial buku non-fiksi ini sangat inspiratif dan bermanfaat bagi tenaga pendidik dalam pembelajaran strategi. Sayangnya, bahasa yang digunakan dalam buku ini sangatlah sulit dimengerti lantaran buku ini merupakan buku terjemahan dari bahasa Inggris yang pemilihan kata-katanya tidak sesuai dengan pemilihan bahasa Indonesia yang baik, sehingga butuh perulangan membaca untuk memahami maksud dari isi buku tersebut. Penyuntingan tulisannya pun kurang sekali, terkadang paragraf yang satu dengan yang lainnya tidak ada keterkaitannya. Namun bila dilihat dari segi komposisi warna, buku ini cukup menarik dan wajah buku sesuai dengan tema pendidikan yang diangkatnya.

Kekurangan buku ini bukanlah kendala yang besar bagi para pembaca untuk memahami isi buku dengan baik. Buku ini sangat membantu para pendidik sebagai pedoman pengajaran dan pembelajaran demi tercapainya tujuan pendidikan, karena buku ini menyediakan beragam metode yang dapat mengembangkan potensi yang dimiliki siswa.. Oleh sebab itu, buku ini sangat dianjurkan untuk dimiliki oleh para pendidik maupun calon-calon tenaga pendidik.

ulfah mutia rani mengatakan...

terima kasih yang telah memberikan komentar resensi yang telah aku buat...
komentar dari kalian sangat bermanfaat sekali...

maaf banged resensi yang telah diperbaiki berupa sambungan...
karna kesalahan teknis..
katanya kebanyakan karakter..
jadinya dibuat sambungan gitu deh...

sekali lagi terima kasih yah...