Minggu, 29 Mei 2011

YAYAH ATHORIYAH - “Menciptakan Suasana Belajar yang Menyenangkan di dalam Kelas dengan Metode Active Learning”

“Menciptakan Suasana Belajar yang Menyenangkan di dalam Kelas dengan Metode Active Learning”
Oleh: Yayah Athoriyah
Judul buku        : ” Active Learning ”, 101 Strategi Pembelajaran Aktif
Penulis             : Mel Silberman
Penerjemah     : Sarjuli
Penerbit           : Insan Madani
Tahun Terbit    : 2009
No ISBN           : 978-979-026-044-3

Seperti  yang kita ketahui, pendidikan di Indonesia masih tertinggal dan masih jauh dari harapan. Setiap negara mempunyai program-program tersendiri untuk pengembangan dalam bidang pendidikan. Begitu juga dengan Indonesia. Pemerintah telah berupaya untuk mengembangkan pendidikan di Indonesia melalui perbaikan kurikulum. Saat ini kurikulum yang diberlakukan di sekolah adalah KTSP. KTSP (Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan) adalah kurikulum operasional yang disusun dan dilaksanakan di masing-masing satuan pendidikan. Jadi setiap sekolah berhak untuk menyusun kurikulum sendiri namun dengan pedoman atau tujuan pendidikan yang telah ditentukan oleh pemerintah.
Perubahan kurikulum ini tentu bertujuan untuk meningkatkan kualitas pendidikan di Indonesia. Tentu saja sosok yang berperan penting dan membantu pemerintah untuk merealisasikan tujuan tersebut adalah guru. Efektivitas dan efisiensi belajar individu di sekolah sangat bergantung kepada peran guru. Di dalam sekolah, guru berperan sebagai motivator, fasilitator, organisator dan evaluator. Saat proses belajar mengajar berlangsung, sebelumnya guru harus melakukan persiapan mengenai materi ataupun media yang akan digunakan dalam menjelaskan suatu materi.
Saat kegiatan belajar mengajar pun guru harus mampu mengorganisasi dan harus dapat menciptakan situasi, memimpin, merangsang, menggerakkan, dan mengarahkan kegiatan belajar mengajar sesuai dengan rencana. Peran guru sebagai penilai yang harus dilakukan adalah mengumpulkan, menganalisa, menafsirkan dan akhirnya harus memberikan pertimbangan atas tingkat keberhasilan proses pembelajaran, berdasarkan kriteria yang ditetapkan, baik mengenai aspek keefektifan prosesnya maupun kualifikasi hasil belajarnya. Apabila setiap individu guru memiliki kemampuan tersebut, tentu saja tujuan pemerintah untuk meningkatkan kualitas pendidikan di Indonesia tercapai.
Kini, kenyataan yang ada di Indonesia hanya sedikit guru-guru yang memiliki kemampuan tersebut. Kebanyakan guru di Indonesia tidak memiliki variasi dalam mengajar. Guru juga belum mampu menciptakan suasana kelas yang menyenangkan dan tidak membuat siswa bosan dan mengantuk saat belajar. Guru hanya memiliki satu sumber materi sekunder yakni buku yang juga dimiliki siswa, sehingga setiap kegiatan belajar mengajar pun guru hanya membaca atau terpaku pada buku tersebut yang seharusnya tidak dilakukan oleh guru karena siswa dapat membacanya sendiri. Padahal selayaknya seorang guru memiliki lebih dari satu referensi primer. Hal-hal tersebutlah yang menyebabkan ketika guru bertanya pada siswa “Apa ada pertanyaan?” akibatnya adalah keheningan yang terjadi. Beberapa guru mungkin mengira para peserta didik tidak tertarik. Guru yang lain mungkin menyimpulkan bahwa segalanya telah jelas. Sayangnya, yang benar adalah para peserta didik tidak siap mengajukan pertanyaan-pertanyaan. (hlm 143).
Oleh karena itu, sebelum mengajar sebaiknya guru menyiapkan strategi pembelajaran guna menciptakan suasana yang menyenangkan dan tidak membosankan di dalam kelas. Wina Senjaya (2008)dalam bukunya yang berjudul “Strategi Pembelajaran: Berorientasi Standar Proses Pendidikan”mengemukakan bahwa strategi pembelajaran adalah suatu kegiatan pembelajaran yang harus dikerjakan oleh guru dan siswa agar tujuan pembelajaran dapat dicapai secara efektif dan efisien. Selanjutnya dengan mengutip pemikiran J. R David, Wina menyebutkan bahwa dalam strategi pembelajaran terkandung makna perencanaan. Karena itulah bagi calon pendidik selayaknya membaca referensi buku yang mengemukakan tentang strategi pembelajaran guna menjadi guru yang profesional dan disenangi peserta didik.
Buku ” Active Learning 101 Strategi Pembelajaran Aktif ” yang ditulis oleh Mel Silberman dan kemudian diterjemahkan oleh Sarjuli dkk pada tahun 2002 memaparkan tentang strategi-strategi pembelajaran yang berangkat dari teori Conficious yang menyatakan apa yang saya dengar-saya lupa, apa yang saya lihat-saya ingat, apa yang saya lakukan-saya paham. Mel Silberman memodifikasi pernyataan tersebut menjadi:
  • Apa yang saya dengar - saya lupa
  • Apa yang saya dengar dan lihat - saya ingat sedikit
  • Apa yang saya dengar, lihat dan tanyakan atau diskusikan dengan teman lain, saya mulai mengerti
  • Apa yang saya dengar, lihat, diskusikan dan lakukan-saya memperoleh pengetahuan dan keterampilan
  • Apa yang saya ajarkan pada orang lain-saya kuasai.
Buku ini berangkat dari pernyataan Concious yang kemudian dikembangkan oleh Mel Silberman. Buku ini mengenalkan pembelajaran aktif melalui sinergi otak, guru dan siswa. Buku ini terbagi dalam empat bagian yang dipisahkan berdasarkan penggolongan tema strategi pembelajaran dan terdiri dari tiga sub bab yakni konsep belajar aktif, berbagai strategi pembelajaran aktif, dan yang terakhir evaluasi strategi dalam kaitannya dengan materi pembelajaran. Mel Silberman dengan baik membagi berdasarkan jenis strategi agar dapat memudahkan pembaca.Strategi yang disajikan dalam buku ini seluruhnya mengikutsertakan siswa untuk aktif dengan guru yang berperan sebagai pembimbing dan pemimpin dalam kelas. Hal ini menciptakan suasana belajar yang aktif dan tidak membosankan. Strategi pembelajaran juga dapat diaplikasikan pada berbagai mata pelajaran.
Apabila buku Active Learning berangkat dari fenomena dunia pendidikan di Amerika, buku ini melihat fenomena yang terjadi di Indonesia yakni buku “Strategi Pembelajaran: Berorientasi Standar Proses Pendidikan” yang ditulis olehWina Senjaya. Buku ini menjelaskan beberapa tema strategi pembelajaran diantaranya:aktivitas siswa, ekspositori, inkuiri. Kerangka teori, konsep, dan prinsip, serta contoh pengaplikasian setiap strategi pembelajaran diuraikan setahap demi setahap guna memandu pembaca untuk memahami, memilih, dan menerapkan, atau bahkan menyintesiskan strategi yang sesuai dengan lingkungan pembelajaran.
Mel Silberman yang merupakan seorang psikolog yang dikenal secara internasional sebagai pelopor dalam bidang pembelajaran aktif, kecerdasan interpersonal, dan pengembangan tim. Sebagai Profesor Senior dan Pengembangan Organisasi di Temple University, Mel telah memenangkan dua penghargaan dalam bidang pengajaran. Dia telah berpengalaman lebih dari 35 tahun dalam membuat dan mengasah teknik yang membuat orang terinspirasi untuk menjadi orang pintar, belajar lebih cepat dan berkolaborasi secara efektif. Dengan latar belakang psikologi tersebut, maka strategi-strategi yang dipaparkan dominan berkaitan tentang motivasi agar siswa turut aktif dalam belajar. Oleh karena itu, ketika kita membaca buku ini, kita seperti dilatih dan diarahkan untuk menjadi sosok yang menyenangkan dan dapat menciptakan suasana kelas yang menyenangkan.
Apabila membaca buku ini, akan ditemukan banyak kesalahan pada penyuntingan kata-katanya. Karena buku ini merupakan buku terjemahan, terkadang ditemukan padanan kata yang kurang tepat misalnya kata “sentimen akhir” pada bab terakhir. Menurut saya  lebih tepat apabila menggunakan kata “evaluasi”. Selain itu tidak terdapat ilustrasi apapun pada buku ini sehingga dapat membuat pembaca menjadi bingung dalam memahami maksud penulis terlebih apabila strategi yang dijelaskan menggunakan media tertentu.
Terlepas dari kekurangan tersebut, dalam buku ini menjelaskan 101 jenis strategi pembelajaran yang dapat dijadikan referensi oleh pendidik atau calon pendidik untuk digunakan dalam kelas. Strategi-strategi yang dipaparkan juga melibatkan peserta didik secara langsung sehingga potensi yang dimiliki oleh siswa bisa tersalurkan. Pada bagian terakhir, buku ini memaparkan sentimen akhir atau evaluasi guna mencapai hasil belajar dengan prestasi yang memuaskan. Hal ini tentu merupakan peluang bagi kalangan yang bergelut dalam dunia pendidikan dan buku ini merupakan referensi yang tepat dan bermanfaat.

Tidak ada komentar: