Minggu, 29 Mei 2011

SITI NURJANAH - "Strategi Jitu Active Learning"

"Strategi Jitu Active Learning"
Oleh : Siti Nurjanah

Judul              : Active Learning (101 Strategis to teach Any Subject)
Penulis          : Melvin L. Silberman
Cetakan         : Ke 6, Juli 2009
Penerbit         : Pustaka Insani Madani
Tebal              : 292 halaman, 15,5 x 23
ISBN               : 978-979-026-044-3
Seiring dengan masuknya era globalisasi, dunia pendidikan pun mengalami banyak perubahan.  Dalam pandangan masyarakat,  guru memegang peranan penting dalam banyak hal dan menentukan keberhasilan peserta didik. Bahkan sering dikatakan, keberhasilan atau kegagalan peserta didik sangat ditentukan oleh peranan guru dalam proses belajar mengajar. Dalam euforia globalisasi ini, tidak salah jika kita masih mendewa-dewakan guru dalam segala hal yang menyangkut pendidikan. Seakan-akan segala problem maupun tantangan yang dihadapi peserta didik dapat mudah diselesaikan oleh guru. Hal tersebut menuntut guru agar lebih terampil dalam mengajar dan menggunakan metode belajar yang tidak monoton dan membosankan.
Tidak mengherankan, dalam beberapa tahun terakhir ini di Indonesia telah hadir berbagai falsafah dan metodologi pembelajaran yang dipandang mutakhir. Beberapa di antaranya yaitu pembelajaran konstruktivis, pembelajaran kooperatif, pembelajaran terpadu, pembelajaran aktif, pembelajaran kontekstual (contextual teaching and learning, CTL), pembelajaran berbasis projek (project based learning), pembelajaran berbasis masalah (problem based learning), pembelajaran interaksi dinamis, dan pembelajaran kuantum (quantum learning). Inilah yang mendasari Melvin L.Silberman mencetuskan berbagai strategi dalam bukunya Active Learning 101 Strategies to Teach Any Subject. Melvin L. Silberman adalah satu dari sekian banyak penulis yang banyak memberikan sumbangsih ide mengenai strategi belajar. 
Hal utama yang hendak dikemukakan dalam buku ini adalah berbagai pemaparan mengenai strategi belajar aktif dan menyenangkan. Berangkat dari teori Confucius, Mel Siberman mengembangkan teorinya bahwa dalam pembelajaran tidak hanya melalui apa yang didengar, apa yang dilihat, dan apa yang dilakukan tetapi juga membutuhkan adanya sesuatu yang ditanyakan, lalu didiskusikan kemudian belajar untuk mengajarkannya. Buku ini terdiri dari empat bagian. Bagian pertama mencakup perkenalan konsep belajar aktif yang terdiri dari macam-macam model belajar, dimensi sosial belajar, kepedulian terhadap belajar aktif serta inti dan kerangka belajar aktif.
Bagian kedua buku ini memaparkan berbagai macam strategi yang dapat digunakan guru agar peserta didik aktif sejak dini, diantaranya strategi membangun tim, strategi penilaian secara tepat dan strategi melibatkan peserta didik. Bagian ketiga membantu peserta didik  memperoleh pengetahuan, keterampilan dan sikap secara aktif. Bagian ini memaparkan berbagai macam metode yang membuat siswa aktif belajar. Bagian terakhir yaitu mereview atau meninjau ulang apa yang telah dipelajari. Berbagai macam strategi meninjau ulang dipaparkan pada bagian ini, serta teknik dan metodenya yang kebanyakan menggunakan kartu turut pula dipaparkan. Tujuannya agar peserta tidak lupa apa yang telah dipelajari serta terus mengingat pelajaran sebelumnya.
Berangkat dari teori Confusius bahwa dalam pembelajaran tidak hanya melalui apa yang didengar, apa yang dilihat, dan apa yang dilakukan tetapi juga membutuhkan adanya sesuatu yang ditanyakan, lalu didiskusikan kemudian belajar untuk mengajarkannya. Selain itu buku ini juga menjabarkan secara detail apa itu metode belajar active learning, memaparkan secara jelas berbagai macam metode Active Learning, hingga strategi meninjau ulang apa yang telah dipelajari. Buku ini merupakan buku terjemahan sehingga bahasa yang dipakai agak kurang berterima serta kurang dimengerti. Banyaknya pemakaian istilah dan bahasa yang baku membuat buku ini terkesan kaku.
Active learning memberikan info secara lengkap, bahwa strategi yang berserakan di dunia ini, tak terhitung jumlahnya, maka jika seorang guru miskin akan variasi dalam pembelajaran, bisa di cap ketinggalan jaman dan tentunya tidak disukai oleh peserta didik. Model dan strategi pembelajaran juga dipersiapkan dalam buku ini untuk calon pendidik maupun yang sudah menjadi pendidik.

1 komentar:

Ratnaa Kurnia mengatakan...

waahhh trimakasih sudah berbagi,,sangat bermanfaat bagi saya yang lumayan malas belajar,,hehe